2020, 38 Terminal Tipe A Bakal Disulap Jadi Semewah Bandara

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik mulai berdatangan usai pulang dari kampung halamannya di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019. Arus balik di terminal tersebut mulai ramai dan diperkirakan akan terus meningkat jumlah pemudik yang kembali ke wilayah ibu kota dan sekitarnya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemudik mulai berdatangan usai pulang dari kampung halamannya di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 9 Juni 2019. Arus balik di terminal tersebut mulai ramai dan diperkirakan akan terus meningkat jumlah pemudik yang kembali ke wilayah ibu kota dan sekitarnya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi memasang target pembangunan 38 Terminal Bus Tipe A di seluruh Indonesia akan rampung pada 2020. Terminal-terminal ini direncanakan mempunyai kualitas seperti bandar udara.

    Baca juga: Perbaiki Kualitas Terminal Bus, Kemenhub Siapkan Anggaran Rp 500 M

    "Pak Menteri meminta agar di tahun 2020 terminal bisa seperti bandara, permintaannya singkat tapi buntutnya panjang," ujar Budi di acara Ngobrol Seru Transportasi Kementerian Perhubungan di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Ahad, 23 Juni 2019.

    Budi mengatakan permintaan itu berbuntut panjang lantaran untuk membuat terminal memiliki kualitas seperti bandara tidak hanya soal bangunannya. Hal yang mesti diperbaiki, antara lain juga pelayanan, prasarana, sistem, sumber daya manusia, dan lainnya.

    Menurut Budi, saat ini ada 125 terminal bus tipe A di seluruh Indonesia. Pengelolaan terminal itu terbagi oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. "Sebagian sudah diserahkan kepada pusat, sebagian belum."

    Pada tahap awal, terminal yang diprioritaskan akan diperbaharui adalah terminal di kabupaten dan kota di sepanjang jalur Pantai Utara atau Pantura. Artinya, adalah terminal dari mulai Merak, Banten; hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara untuk terminal di luar Jawa misalnya di Padang, Sumatera Barat; Pare-pare, Sulawesi Selatan dan  Provinsi Lampung.  "Kalau Padang itu termasuk yang mau kita bangun. Sementara, yang lain itu perbaikan, karena Padang belum punya terminal tipe A," tutur Budi.

    Ia mengatakan rencana pembangunan itu akan masuk ke dalam alokasi anggaran di direktoratnya. Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui anggaran untuk Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sebesar Rp 5,7 triliun dari sebelumnya direncanakan Rp 4,7 triliun. "Salah satu dari itu adalah untuk memperbaiki operasional angkutan umum kita," kata Budi.

    Baca: Berangkatkan Mudik Gratis, Kemenhub Harap Pemudik Motor Berkurang

     

    Rencana perbaikan terminal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mengubah persepsi masyarakat terkait angkutan umum atau bus. Saat ini, kata Budi, bus kurang begitu diminati oleh masyarakat. Namun, di saat yang sama, pemerintah juga giat membangun jalan tol.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.