Bulog Tak Ditunjuk Langsung Pasok Beras BPNT, Apa Alasannya?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membagikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 1.257 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 25 Februari 2019.

    Presiden Joko Widodo membagikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 1.257 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 25 Februari 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta – Perum Bulog mengeluhkan tak lagi dilibatkannya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Zainal Dulung  pun buka suara, menjelaskan alasan kementeriannya tidak menunjuk langsung ulog sebagai pemasok beras BPNT.

    Baca: Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non Tunai

    Menurut Andi, Kemensos belum memiliki payung aturan terkait penunjukan tersebut. “Belum ada dasar hukumnya untuk menunjuk langsung,” ujar Andi saat dihubungi Tempo pada Ahad, 23 Juni 2019.

    Saat ini, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat atau KPM melalui mekanisme eletronik e-Waroeng. Dalam penyelenggaraan batuan, Kementerian bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara atau Himbara sebagai pelaksana.

    Ihwal pemasok kebutuhan, Kementerian membuka peluang tersebut untuk pasar bebas melalui kompetisi. Ia menyatakan, dalam hal ini, Bulog juga disilakan untuk mengikuti kompetisi dan bersaing dengan pemain lainnya.

    Perum Bulog sebelumnya mengeluhkan adanya skema anyar ini. Ketua Bidang Humas Bulog Tomy Wijaya mengatakan, dengan sistem yang berlaku kini, perusahaan tidak memperoleh kepastian untuk menyalurkan pasokan berasnya di sisi hilir.

    Padahal, di sisi lain, menurut dia, Bulog sebagai perusahaan pelat merah wajib menyerap beras hasil panen dari petani. Walhasil, saat ini beras-beras Bulog menumpuk di gudang yang kapasitasnya hampir penuh.

    Baca: Buwas: Bulog Tangani Beras Bantuan, Mafia Bakal Rontok Sendiri

    Beradasarkan laporan Kepala Bulog Budi Waseso alias Buwas, beras yang tersimpan di gudang mencapai 2,3 juta. Padahal, kapasitas gudang di seluruh Indonesia hanya 2,6 juta. Bila tak didistribusikan segera, ia khawatir terjadi penurunan kualitas beras.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.