AirNav: Diskon Navigasi Penerbangan Jadi Wewenang Kemenhub

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran tiket pesawat dan paket wisata Japan Travel Fair yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana pameran tiket pesawat dan paket wisata Japan Travel Fair yang digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pemberian insentif kepada maskapai. Pemberian insentif ini sebelumnya telah disepakati oleh sejumlah stakeholder di industri aviasi, sebagai salah satu upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat.

    BACA: Jumlah Pengguna Kereta Naik, KAI: Bukan Imbas Tiket Pesawat Mahal

    “Untuk pemberian insentif, besarannya berapa yang diberikan, itu menjadi wewenang Kementerian Perhubungan karena kami operator murni,” ujar Direktur Utama AirNav Novie Riyanto saat dihubungi Tempo pada Sabtu petang, 21 Juni 2019.

    Menurut Novie, bila ada rencana pemangkasan biaya navigasi untuk maskapai, Kemenhub bakal merembuk lebih dulu efisiensi yang mungkin dilakukan. Setelah dirembuk, Kemenhub bakal menetapkan besaran insentif fiskal yang akan diberikan kepada maskapai.

    Novie sendiri menyatakan tak dapat memperkirakan berapa persen insentif dari biaya navigasi yang akan diberikan untuk maskapai. Namun, ia memastikan bantuan dari sisi AirNav tidak akan terlalu signifikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.