Bantal Kesayangan untuk Anak Korban Kebakaran Pabrik Korek Api...

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa kantong jenazah korban kebakaran pabrik mancis (korek gas) ketika tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan proses otopsi, di Medan, Jumat, 21 Juni 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    Petugas membawa kantong jenazah korban kebakaran pabrik mancis (korek gas) ketika tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk dilakukan proses otopsi, di Medan, Jumat, 21 Juni 2019. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan -  Rusmanto sama sekali tak mau melepas benda empuk kecil lusuh yang didekapnya. Benda yang disebutnya bantal itu ingin ia berikan kepada jenazah anaknya, salah satu korban kebakaran pabrik korek api di Binjai Jumat lalu.

    BACA: Pabrik Korek Api di Binjai Terbakar, 30 Pekerja Dilaporkan Tewas

    Bantal kesayangan anaknya itu dibawanya jauh-jauh dari kota Binjai sampai ke RS Bhayangkara Medan, saat hendak menjemput istri dan kedua anaknya yang kini tak lagi dapat dikenali olehnya. Istri Rusmanto bernama Yunita Sari, dan kedua anaknya Vinkza Parisyah (10) dan Runisa Syaqila (2). adalah korban yang hangus terpanggang pada peristiwa kebakaran pabrik perakitan korek api di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat 21 Juni 2019.

    Rusmanto pada Sabtu malam terlihat sibuk dengan beberapa berkas di tangannya, persyaratan untuk bisa membawa pulang kembali jenazah istri dan kedua anaknya yang sudah dua hari bermalam di RS Bhayangkara Medan. Meski begitu, bantal kecil merah muda itu tetap dipeluk erat olehnya.

    Bantal yang dibawanya itu adalah milik putri kecilnya yang bernama Runisa Syaqila."Ini bantal kesayangan anak saya. Cuma ini yang bisa saya peluk," ujarnya lirih kepada Antara, Sabtu 22 Juni 2019.

    BACA: Hanya 1 Pekerja Tewas di Pabrik Korek Api Peserta BPJS TK

    Saat ditanya mengenai alasannya membawa bantal tersebut, seketika tangis Rusmanto pecah. Berulang kali ia menyeka air mata yang tak henti-hentinya menetes membasahi pipi tirusnya itu. "Saya juga enggak tau, bantal ini terbawa gitu aja. Bantal ini juga mengingatkan saya sama anak saya itu, makanya saya enggak mau ngelepasin bantal ini," ucap dia sambil berderai-derai air mata. 

    Hingga Sabtu malam, jenazah korban kebakaran pabrik korek api yang bisa dibawa pulang oleh Rusmanto hanya jenazah kedua anaknya. Jenazah Yunita Sari belum juga teridentifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara sehingga belum bisa ia bawa pulang. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.