Enggartiasto Lukita Minta Thailand Kaji Tarif Kuota Impor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani, Anggota II BPK Agus Joko Pramono, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat akan menerima LHP atas laporan keuangan 2018 di Gedung BPK, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. Predikat tersebut menjadi tiga kali berturut turut sejak tahun 2016.  TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani, Anggota II BPK Agus Joko Pramono, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat akan menerima LHP atas laporan keuangan 2018 di Gedung BPK, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019. Predikat tersebut menjadi tiga kali berturut turut sejak tahun 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta Thailand untuk mengkaji kembali tarif kuota impor terhadap produk minuman Indonesia.

    Baca juga: RI dan Filipina Sepakat Bentuk Tim Tingkatkan Perdagangan

    "Saya sampaikan bahwa dengan mengenakan tarif kuota impor terhadap produk minuman jadi kita tentu menyulitkan menteri perdagangan untuk mengurangi hambatan ekspor buah Thailand ke Indonesia," ujar Enggartisto usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Thailand Sontirat Sontijirawong di sela-sela KTT ASEAN ke-34 di Bangkok, Thailand, Sabtu, 22 Juni 2019.

    Thailand, lanjut dia, mengalami kesulitan untuk ekspor buah-buahan ke Indonesia.

    Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Thailand menyepakati untuk membuat tim kecil dalam upaya mengurangi hambatan ekspor maupun impor di antara kedua negara.

    "Kita akan daftar lagi komoditas ekspor dan impor. Kita juga harus melihat perdagangan kita. Neraca perdagangan Indonesia dan Thailand harus sama-sama seimbang, itu kita setuju," ujar Enggartiasto.

    Di dalam konteks kebersamaan ASEAN, lanjut dia, seharusnya tarif kuota impor itu tidak terjadi. Tetapi pada kenyataannya masih dilakukan.

    "Kalau kita melakukan retaliasi atau tindakan balasan itu tidak baik dan kita menolak hal tersebut," ujar Menteri Enggartiasto.

    Ia mengatakan Indonesia dan Thailand memiliki hubungan yang baik di berbagai hal. Hubungan yang baik itu harus dapat dipertahankan. "Kita harus mencapai solusi yang akan menguntungkan perdagangan Indonesia dan Thailand," kata Enggartiasto Lukita.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.