BPJS TK: Pabrik Korek Api Melanggar Aturan Jaminan Kerja

BPJS Ketenagakerjaan Dapat Apresiasi dari ASSA

TEMPO.CO, Jakarta -Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS TK menyatakan PT Kiat Unggul telah melanggar ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Kiat Unggul adalah pemilik pabrik korek api mancis atau pemantik api di Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang baru saja terbakar dan menewaskan sebanyak 30 orang pekerja.

BACA: Kemenaker: Korban Kebakaran Pabrik Korek Api Terkurung, karena..

Pelanggaran terjadi karena Kiat Unggul teridentifikasi sebagai perusahaan yang tidak tertib kepesertaan atau Perusahaan Daftar Sebagian Tenaga Kerja. “Ini melanggar peraturan. Semua pemberi kerja wajib mendaftarkan seluruh pekerjanya sesuai dengan upah sebenarnya dan semua program,” kata Deputi Direktur Bidang Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 22 Juni 2019.

Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 12.05, saat jam makan menjelang salat Jumat, 21 Juni 2019. Menurut laporan pengawas ini, kebakaran terjadi saat tengah berlangsung proses penyetelan api mancis. Kemudian, satu mancis terbakar dan mengakibatkan kebakaran hebat.

BACA: Duka Korban Kebakaran Pabrik Korek Api yang Batal Menikah

Irvansyah mengatakan Kiat Unggul sebenarnya telah terdaftar di perusahaannya sejak empat tahun lalu, yakni Juni 2015. Jumlah pekerja yang dilaporkan saat itu adalah 27 orang, dengan upah yang disesuaikan dengan upah minimum Kabupaten Langkat.

Dari 27 orang ini, hanya satu orang yang menjadi korban tewas yaitu seorang perempuan berinisial G. Sisa 26 lainnya tidak terlibat dalam kebakaran. Namun, jumlah korban mencapai 24 orang dewasa dan 6 anak-anak. Artinya, ada 23 pekerja dewasa selain G yang menjadi korban tewas dan tidak mendapat jaminan kematian dari BPJS.

Kementerian Ketenagakerjaan juga telah merilis data jumlah pekerja yang ada di Kiat Unggul. Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Amarudin mengatakan pabrik ini memiliki sekitar 50 orang karyawan. Ia menduga, pekerja yang tewas dalam kejadian ini dan tak tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah buruh harian lepas.

Atas kejadian ini, BPJS Ketenagakerjaan kembali mengingatkan para pemberi kerja dan pekerja agar segera mendaftar pada program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Untuk perlindungan atas resiko kerja, termasuk musiab tak terduga seperti ini,” kata irvansyah.

Di saat yang bersamaan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah menangkap pemilik pabrik ini. Polisi belum menjelaskan alasan penangkapan ini. Namun sejak malam kejadian, Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto sudah menyatakan pemilik pabrik ini telah mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan kerja. 

Baca berita tentang BPJS TK lainnya di Tempo.co.






Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

1 hari lalu

Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

Presiden Jokowi memberi peringatan ke perusahaan besar agar peduli pada usaha kecil di lingkungan mereka beroperasi. Salah satu bentuknya yaitu dengan kemitraan


Chery Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro Sudah Diproduksi Lokal Bulan Ini

5 hari lalu

Chery Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro Sudah Diproduksi Lokal Bulan Ini

PT Chery Sales Indonesia melaporkan sudah mulai memproduksi dua model barunya pada 20 September 2022, yakni Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro.


Pabrik Toyota di Rusia Tutup Akibat Masalah Rantai Pasokan

10 hari lalu

Pabrik Toyota di Rusia Tutup Akibat Masalah Rantai Pasokan

Toyota Motor Corp pada Jumat, September 2022 memutuskan untuk mengakhiri produksi kendaraan di Rusia karena gangguan pasokan komponen dan suku cadang utama.


Pekerja yang Tak Dapat BSU Bisa Lapor ke Pemerintah Kota Jakarta Barat

12 hari lalu

Pekerja yang Tak Dapat BSU Bisa Lapor ke Pemerintah Kota Jakarta Barat

Pemkot Jakbar membuka layanan pengaduan bagi para pekerja yang tidak mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).


Anak Usaha Blue Bird Teken MoU dengan Perusahaan Rusia Ingin Bangun Pabrik Buldoser

19 hari lalu

Anak Usaha Blue Bird Teken MoU dengan Perusahaan Rusia Ingin Bangun Pabrik Buldoser

Chetra ialah perusahaan yang salah satunya memproduksi buldoser asal Rusia dan sudah berdiri sejak 1972.


Bertemu Bos Nike, Zulkifli Hasan: Kalau Bisa Bangun Pabrik di Lampung, Kampung Saya

21 hari lalu

Bertemu Bos Nike, Zulkifli Hasan: Kalau Bisa Bangun Pabrik di Lampung, Kampung Saya

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan keinginannya agar pabrik Nike juga dibangun di Lampung.


Albania Tangkap Warga Rusia dan Ukraina yang Menyusup ke Pabrik Senjata Militer

44 hari lalu

Albania Tangkap Warga Rusia dan Ukraina yang Menyusup ke Pabrik Senjata Militer

Perdana Menteri Albania Edi Rama mengatakan ketiga orang itu diduga melakukan spionase saat menyusup ke pabrik senjata militer.


Kebakaran Pabrik di Bogor Jumat Pagi Tadi, Hanya Beberapa Menit Api Membakar Seluruh Pabrik

46 hari lalu

Kebakaran Pabrik di Bogor Jumat Pagi Tadi, Hanya Beberapa Menit Api Membakar Seluruh Pabrik

Kebakaran hebat terjadi di sebuah pabrik aluminium foil di Gunungputri Bogor pada Jumat pagi tadi. Videonya tersebar luas di media sosial.


Terkini Bisnis: Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM Subsidi, Jokowi Disebut Ulangi Kejayaan Soeharto

49 hari lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM Subsidi, Jokowi Disebut Ulangi Kejayaan Soeharto

Berita terkini bisnis pada petang ini dimulai dari saran Ketua Badan Anggaran DPR ke Presiden Jokowi untuk menaikkan harga BBM subsidi.


Kemenaker Canangkan BLT Subsidi Gaji, Ini Syarat Penerima

59 hari lalu

Kemenaker Canangkan BLT Subsidi Gaji, Ini Syarat Penerima

Pemerintah RI memberikan BSU Kemenaker atau BLT subsidi gaji bagi tenaga kerja yang memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan. Apa syaratnya?