PUPR: Ikon Kota Palu Jembatan Kuning akan Dibangun Kembali

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pemotongan rangka dan besi dari Jembatan Kuning yang ambruk di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 20 Oktober 2018. Jembatan lengkung pertama di Indonesia ini membentang di atas Teluk Talise. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Pekerja menyelesaikan pemotongan rangka dan besi dari Jembatan Kuning yang ambruk di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 20 Oktober 2018. Jembatan lengkung pertama di Indonesia ini membentang di atas Teluk Talise. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR akan membangun kembali Jembatan Kuning atau Jembatan Palu IV, Sulawesi Tengah.

    BACA: Saksi Prabowo Sebut Jalan Juwangi Tak Beraspal, Ini Respons PUPR

    Jembatan yang menjadi ikon Kota Palu sebelumnya dibangun tahun 2006 oleh Pemerintah Kota Palu, hancur pada saat terjadi bencana gempa dan tsunami pada September 2018 lalu.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan kembali jembatan yang membentang di atas Teluk Talise diharapkan akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan membantu percepatan pemulihan Kota Palu.   

    BACA: PUPR Minta Kejaksaan Kawal Anggaran Penanganan Banjir Sultra 

    Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan, rekonstruksi Jembatan Palu IV mendapatkan bantuan dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA) yakni berupa dana hibah senilai Rp2,5 miliar Yen atau sekitar Rp325 miliar. 

    Penandatanganan Perjanjian Hibah antara Kementerian PUPR dan JICA dilakukan oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dan Kepala Kantor Perwakilan JICA Indonesia Shinichi Yamanaka, Jumat, 21 Juni 2019.

    Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Rachman Arief Dienaputra dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu Sulawesi Tengah A. Satriyo Utomo. 

    Sugiyartanto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah membantu dalam rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah.

     “Bencana gempa dan tsunami telah mengakibatkan hancurnya sejumlah fasilitas dan infrastruktur publik, termasuk jalan dan jembatan. Untuk itu, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Palu, Sigi, Donggala  dan sekitarnya sangat krusial untuk memulihkan keadaan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Bisnis, Sabtu, 22 Juni 2019.

    Kepala BPJN XIV Palu Sulawesi Tengah A. Satriyo Utomo mengatakan, saat ini rekonstruksi Jembatan Palu IV masih dalam tahapan persiapan lelang dan finalisasi desain jembatan.

    “Panjang bentangnya direncanakan 250 meter, namun kita masih mendiskusikan apakah tipe jembatan cable stayed atau suspension bridge. Untuk lokasi, direncanakan tidak jauh dari lokasi Jembatan Palu IV sebelumnya,” kata Satriyo. 

    Satriyo berharap dengan kembali dibangunnya jembatan tersebut akan turut menjadi simbol kebangkitan dan optimisme masyarakat Palu pasca bencana. Ditargetkan paling lambat rekonstruksi Jembatan Palu IV dapat diselesaikan pada tahun 2022. 

    Baca berita tentang PUPR lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?