Kembali Jadi Penguji Skripsi, Sri Mulyani Bagikan Kisah Spesial

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu Marwanto Harjowiryono (kanan) saat memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019. Pencairan THR digunakan untuk membayar THR bagi PNS, Prajurit TNI dan Polri sebesar Rp11,4 triliun dan penerima pensiun atau tunjangan sebesar Rp7,6 triliun. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali membagikan momen istimewanya menguji sidang skripsi dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Sidang tersebut berlangsung pada 19 Juni 2019 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

BACA: Sri Mulyani Menguji Sidang Skripsi, Ia Bangga

“Setelah menjadi ketua sidang skripsi Khaira dan Prima, keesokan harinya saya menjadi penguji dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), yaitu Mendra Roberto dan Meila Husna,” tulis Sri Mulyani dalam akun media sosial Instagram resminya, Sabtu, 22 Juni 2019. Khaira dan Prima adalah dua mahasiswa UI yang sebelumnya juga diuji oleh Sri Mulyani.

Adapun pada hari kedua itu, Sri Mulyani membagikan kisah spesial. Melalui keterangan unggahannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menceritakan bahwa salah satu mahasiswa yang ia uji merupakan anak dari keluarga berlatar belakang tamatan sekolah dasar.

“Yang menarik dari Roberto adalah dia menjadi sarjana pertama di keluarganya dengan ayah yang hanya lulus SD saja,” ujar Sri Mulyani. 

BACA: Utang Tembus Rp 4.571,89 T, Sri Mulyani: Tetap Terjaga Aman

Dalam sidangnya, Roberto mempresentasikan hasil penelitian mengenai dampak ketimpangan ekonomi terhadap degradasi lingkungan. Hasil riset tersebut tertuang dalam skripsi berjudul “Examining the Impact of Economic Inequality on Evironmental Degradation : The Evidence from ASEAN+5”.

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Meila Husna, mengajukan skripsi berjudul “Apakah Penerapan Desentralisasi Memberikan Dampak yang Tidak Baik?”

Dalam sidang ini, Sri Mulyani tampak mengenakan busana batik parang berona abu-abu dan cokelat. Kala menguji, ia didampingi oleh Profesor M Ikhsan, anggota Tim Ahli Wakil Presiden sekaligus akademikus UI. Ada pula dosen pembimbing M.H Yudhistira yang turut menguji sidang.

Sri Mulyani tampak membagikan sembilan unggahan kolaborasi foto dan video. Dalam rekaman potongan berdurasi satu menit yang dibagikan, ia terlihat kerap memberikan masukan kepada mahasiswa. Sidang pun terlihat cair.

Pada akhir keterangan unggahannya, ia memuji dua mahasiswa UI yang lulus dengan hasil baik. “Kedua mahasiswa lulus dengan baik serta penelitian mereka layak diperdalam untuk dilanjutkan pada jenjang pendidikan berikutnya,” ucapnya.

Hingga 3 jam diunggah, foto dan video tersebut telah disukai oleh 27 pengguna Instagram. Sekitar 600 orang turut meninggalkan jejak komentarnya.

Juru Bicara Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan ini kali pertama Sri Mulyani menguji skripsi sejak menjabat menteri di Kabinet Indonesia Kerja. Meski demikian, sebelumnya, kala menjadi dosen, Sri Mulyani sudah acap melakukan kegiatan serupa.

“Ini bagian dari kegiatan reguler beliau atau Sri Mulyani sebagai tenaga pengajar atau dosen. Kegiatan lainnya adalah memberikan kuliah, academic writing,” ucap Nufransa dalam pesan pendek kepada Tempo, Jumat, 21 Juni 2019.






Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

5 jam lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

6 jam lalu

Ancaman Resesi, Perencana Keuangan: Kalau Mau Healing, di Dalam Negeri Dulu

Untuk menjaga aliran dana atau cashflow saat resesi terjadi, Aidil mewanti-wanti masyarakat untuk menekan konsumsinya.


Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

7 jam lalu

Bel Resesi Ekonomi Dunia Berdentang, Pemerintah Belum Siap

Sri Mulyani menyoroti kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia memicu resesi ekonomi global.


Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

16 jam lalu

Terpopuler: Luhut Sudah Pakai Mobil Listrik, PLN Batalkan Migrasi Kompor Listrik

Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah memerintahkan para menteri menganggarkan pengadaan mobil listrik dalam APBN.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

1 hari lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

1 hari lalu

Banggar DPR Sepakat Anggaran Subsidi Energi Rp 211,9 Triliun, Ini Rinciannya

Alokasi subsidi energi tersebut terdiri atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) tertentu dan LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp 139,4 triliun.


Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

1 hari lalu

Banggar DPR dan Sri Mulyani Sepakati RAPBN 2023, Defisit Rp 598,2 Triliun

Sri Mulyani mengatakan Rancangan APBN 2023 akan dibawa ke pembicaraan tingkat II untuk disetujui dalam sidang paripurna.


Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

1 hari lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


Terpopuler: Syarat Pengemudi Ojol Terima BLT, Ancaman Resesi di Depan Mata

1 hari lalu

Terpopuler: Syarat Pengemudi Ojol Terima BLT, Ancaman Resesi di Depan Mata

Bantuan UMKM, termasuk untuk para pengemudi ojek online atau ojol, akan diberikan mulai Oktober mendatang.


Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

2 hari lalu

Sri Mulyani Beri Sinyal Ancaman Resesi Global pada 2023 Akibat Kenaikan Suku Bunga

Sri Mulyani mengatakan kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia secara bersamaan berpotensi menimbulkan resesi.