Jutaan Ton Beras Terancam Busuk, Pedagang Enggan Beli dari Bulog

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi beras Bulog. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengatakan pedagang enggan membeli beras dari Perusahaan Umum Bulog lantaran stok yang ada saat ini terancam membusuk. Terlebih, Bulog dinilai terlalu mahal melepas pasokan yang sudah menumpuk di gudang selama berbulan-bulan.

    BACA: Buwas: Jutaan Ton Beras Bulog Terancam Membusuk

    “Kalau Bulog menjual dengan harga yang ditawarkan sekarang, itu enggak nyambung. Sebab, beras Bulog yang di gudang, namanya beras DN (dalam negeri), itu sudah mulai buruk,” ujar Zulkifli saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 22 Juni 2019.

    Zulkifli menyebut, saat ini Bulog menjual beras ke pedagang dengan harga Rp 9.000 per kilogram. Sementara itu, pada waktu yang sama, petani menjual beras panenan baru di bawah harga Rp 9.000. Ia mencontohkan, di Demak, Jawa Tengah, beras dilepas dengan harga Rp 8.300 per kilogram.

    BACA: Bulog Yakin Layani 70 Persen Penerima Bantuan Pangan Non Tunai

    Harga penjualan beras petani di pasaran lebih rendah ketimbang harga Bulog karena saat ini tengah berlangsung musim panen. Dia lantas memperkirakan bakal terjadi penumpukan beras kembali lantaran pasokan yang ada saat ini belum terdistribusi seluruhnya. “Saya rasa pasti ada penumpukan (lagi) di Bulog,” ujarnya. 

    Direktur Utama Bulog Budi Waseso sebelumnya menyatakan beras yang ada di Bulog saat ini berjumlah mencapai 2,3 juta ton. Beras tersebut tersimpan di gudang-gudang yang ada di berbagai daerah. Ia khawatir kondisi beras yang tersimpan di gudang terus menurun kualitasnya.

    Menurut Zulfikli, semestinya Bulog lebih cepat melepas beras ke pedagang sejak tiga bulan lalu. Ia pun menilai saat ini Bulog terlambat mengeluarkan beras. “Seharusnya sebelum panen, tiga bulan ke lalu, Bulog udah siap keluarkan stok lama,” tuturnya.

    Direktur Komersial Bulog Judith Dipodiputro menampik bahwa pedagang enggan membeli beras Bulog karena stok sudah menumpuk di gudang selama lebih-kurang 6 bulan. “Tidak betul pedagang enggan membeli (beras) Bulog,” ucapnya dalam pesan pendek yang diterima Tempo, Sabtu, 22 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.