PT INKA Jajaki Peluang Ekspor Kereta Api ke Afrika

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberangkatkan pengiriman kereta ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjungperak Surabaya dari PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Jumat, 19 April 2019. Kereta produksi PT Inka tersebut merupakan bagian dari 250 kereta pesanan Bangladesh dengan nilai kontrak Rp.1,4 triliun. ANTARA/Siswowidodo

    Petugas memberangkatkan pengiriman kereta ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjungperak Surabaya dari PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Jumat, 19 April 2019. Kereta produksi PT Inka tersebut merupakan bagian dari 250 kereta pesanan Bangladesh dengan nilai kontrak Rp.1,4 triliun. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT INKA (Persero) melirik peluang ekspor kereta api ke sejumlah negara di Afrika. Sebelumnya, perseroan sudah melakukan penetrasi ke Banglades, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Australia.

    Baca: Lebaran, Okupansi Kereta Premium Luxury Lebih dari 80 Persen

    Corporate Communication INKA Hartono menyatakan, perusahaan berkeinginan untuk lebih memperkuat penetrasi perusahaan Indonesia di kawasan Afrika.
    "Kehadiran PT INKA untuk pertama kalinya di pameran Africa Rail diharapkan mampu membuka pintu kesempatan selanjutnya, setelah kami berhasil mengekspor kereta api ke Banglades, Filipina, Singapura, Australia dan Malaysia," kata Hartono di sela-sela Pameran Africa Rail, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Jumat 21 Juni 2019. 

    Pameran African Rail berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 19-20 Juni 2019. Kegiatan ini merupakan pameran perkeretaapian terbesar di Afrika.

    Pada pameran yang telah memasuki tahun pelaksanaan ke-22 ini, terdapat setidaknya 130 exhibitors dan 6.000 pengunjung yang mencakup para pembuat keputusan, operator, regulator, dan pejabat pengadaan bidang perkeretaapian dari berbagai negara.

    Selain INKA, perusahaan-perusahaan ternama internasional di bidang industri dan komponen perkeretaapian yang turut berpartisipasi antara lain CRRC Corporation Limited, Oracle Construction and Engineering, Voith Transnet, GE, Progress Rail, KNORR, dan Luchini.

    Adapun, perusahaan operator termasuk Procurement Team yang hadir antara lain Botswana Railways, DRC, Ghana Railways, TransNamib dan Uganda Railways.
     “Kehadiran PT INKA sebagai upaya penetrasi pasar Afrika yang terbuka luas memasuki the African Continental Free Trade Area (AfCFTA),” tutur Hartono.

    Dubes RI di Pretoria Salman Al Farisi menyambut partisipasi INKA dalam pameran tersebut. Dia mengatakan, negara-negara Afrika mulai melihat industri perkeretaapian selain sebagai solusi bagi transportasi massal dan sarana pengangkutan barang. “Kereta juga sebagai medium peningkatan perdagangan intra-Afrika,” katanya.

    Selama pameran berlangsung, KBRI Pretoria menjembatani pertemuan INKA dengan perusahaan Afrika Selatan Transnet dan operator kereta api PRASA. Baik Transnet dan PRASA menyatakan ketertarikan untuk mengetahui lebih lanjut produk INKA dan diharapkan terdapat pembicaraan tindaklanjut.

    BACA: PT INKA Kerjakan 438 Kereta Pesanan KAI

    INKA juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan terkait terhadap kemungkinan kerja sama pengembangan perkeretaapian di wilayan Afrika lainnya, seperti Mozambique, Nigeria, Botswana, dan Zambia.

    Salman menjelaskan, pemerintah Indonesia terus mengintensifkan berbagai upaya guna menembus pasar nontradisional, termasuk Afrika. Pada industri kereta api, telah dibentuk Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) yang terdiri dari beberapa BUMN terkait seperti PT INKA, PT Waskita Karya Tbk., PT LEN dan PT KAI.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.