Balai Minta Perdebatan Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Diakhiri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Sagara Anak, Gunung Rinjani, Lombok. Tempo/Rully Kesuma

    Danau Sagara Anak, Gunung Rinjani, Lombok. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono mengimbau semua pihak menghentikan perdebatan soal wacana kebijakan pemisahan antara tempat tenda kemah laki-laki dan perempuan di salah satu tujuan pendakian setinggi 3.726 meter dari permukaan laut itu.

    BACA: Telanjur Heboh, Pemisahan Pendaki Gunung Rinjani Dibatalkan

    "Kami mohon dengan hormat kepada semua pihak untuk segera mengakhiri pembicaraan/perdebatan tema tersebut, karena bila diteruskan justru akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia," ujar Sudiyono dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 20 Juni 2019.

    Pasalnya, gagasan tersebut sempat menjadi perbincangan masyarakat, terutama di media sosial. Setelah menuai banyak komentar, Sudiyono memastikan gagasan itu tidak akan dilaksanakan. "Dapat kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas kami."

    BACA:  Heboh Pendakian Gunung Rinjani Pisahkan Pria dan Wanita, Hoax atau Fakta?

    Saat ini, ujar dia, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian khususnya pada e-Tiketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana Jalur pendakian.

    Di samping itu gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani juga dikhawatirkan akan menjadi pro dan kontra di masyarakat. Meski demikian, Sudiyono mengatakan bahwa Balai Gunung Rinjani sangat mendukung adanya program Wisata halal yang dicanangkan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

    Sebelumnya, pendakian ke Gunung Rinjani dibuka kembali pada Jumat, 14 Juni 2019. Pendakian ke Gunung Rinjani sempat ditutup sejak Agustus 2018 karena gempa. Setiap orang yang hendak mendaki Gunung Rinjani harus mendaftar melalui aplikasi e-Rinjani. Aplikasi ini bisa diunduh di Playstore untuk perangkat dengan software Android sejak Kamis, 13 Juni 2019.

    "Di dalam aplikasi e-Rinjani itu sudah tercantum tiket online-nya," kata Sudiyono, Jumat 14 Juni 2019. Dia menjelaskan, pemesanan dan pembayaran tiket online untuk mendaki Gunung Rinjani memudahkan pendataan. Musababnya, dalam sehari hanya 500 orang yang boleh mendaki, termasuk pemandu dan porter.

    Tiket pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani dibanderol Rp 5.000 per hari untuk wisatawan lokal. Sedangkan wisatawan mancanegara harus membayar Rp 150 ribu per hari melalui tracking organizer.

    Setelah mendaftar secara online dan membayar tiket, para pendaki harus mematuhi berbagai peringatan dari pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani. Beberapa aturan yang diterapkan antara lain pendaki dilarang menanjak ke puncak dan turun ke Danau Segara Anak. Para pendaki Gunung Rinjani hanya boleh sampai titik Pelawangan.

    ABDUL LATIEF APRIAMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.