Viral Hoax Kenaikan Tarif Listrik, Twitter PLN Diserbu Netizen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek aliran listrik seusai apel siaga pasukan piket Asian Games 2018 di Unit Area Pelaksana Pemeliharaan Cawang, Jakarta, Selasa, 10 Juli. Untuk mendukung kelangsungan acara itu, PLN menggelar apel pasukan siaga untuk mensuplai pasokan listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas mengecek aliran listrik seusai apel siaga pasukan piket Asian Games 2018 di Unit Area Pelaksana Pemeliharaan Cawang, Jakarta, Selasa, 10 Juli. Untuk mendukung kelangsungan acara itu, PLN menggelar apel pasukan siaga untuk mensuplai pasokan listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Akun Twitter resmi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sejak kemarin hingga kini masih dibanjiri pertanyaan oleh netizen yang mempertanyakan isu kenaikan tarif listrik yang viral dibicarakan di sejumlah media sosial belakangan ini. 

    Baca: Jonan Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik

    Salah satunya, adalah Toto Rambe melalui akun Twitter @totorambe yang mempertanyakan isu kenaikan tarif listrik tersebut sembari me-mention akun resmi PLN @pln_123. "@pln_123 ada kabar tarif listrik naik 20 %, harap di jelaskan, sejelas jelasnya untuk tranparansi PLN. Tks. Semoga tetap nyala tanpa padam sedetik pun," seperti dikutip dari cuitannya, Rabu, 18 Juni 2019.

    Tak puas dengan jawaban singkat dari admin akun PLN, Toto kembali meminta perusahaan pelat merah itu memberi penjelasan atas isu kenaikan tarif listrik tersebut. "Harap segera cari infonya. Hoax atau benar? Sudah viral beberapa hari.Tks."

    Tak sedikit netizen yang juga bertanya pada PLN dengan menyertakan screenshoot postingan netizen lainnya yang berisi teks terkait kenaikan tarif listrik. Salah satunya diunggah oleh Tyas Sasmita Hadi melalui akun Twitter @tyasasmita.

    "Dapet dr fb, katanya PLN naikin tarif listrik smpe 20%. Cek di siaran pers websitenya PLN, gk ada pengumuman ttg ini. Mohon konfirmasinya @pln_123," seperti dicuitkan oleh Tyas, Rabu, 18 Juni 2019.

    Dalam cuitan tersebut, Tyas juga mengunggah screenshoot yang berisi teks: "Hebatnya jkw. Rakyat lagi fokus sidang pilpres di MK sampai pd ngga sadari tarif listrik naik + 20%. Tanpa pengumuman."

    Ada juga Wahyu Aji yang resah mempertanyakan kebenaran isu kenaikan tarif listrik tersebut. "@pln_123 mohon info, apa benar ada kenaikan tarif listrik? Krn berseliweran info tarif naik... trims," seperti dikutip dari cuitan Wahyu melalui akun @tyoaji2180.

    Setelah hari berganti, hingga 30 menit yang lalu, masih ada juga netizen yang penasaran soal isu tersebut. "Bener nih tdl naik lagi min ??? @pln_123," kata @icchasiregar.
    Sejak kemarin hingga kini akun Twitter resmi PLN memberi jawaban yang sama. PLN memastikan bahwa tak ada kenaikan tarif listrik seperti kabar yang berkembang viral belakangan ini. 

    "Selamat siang Bapak/Ibu. Dapat kami informasikan terkait Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga saat ini tidak ada kenaikan," seperti dikutip dari cuitan akun Twitter @pln_123. 

    Sebelumnya penegasan bahwa isu kenaikan tarif listrik sebagai hoax sudah disebutkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Jonan sudah memastikan tak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL), seperti yang viral berkembang dibicarakan di media sosial.

    "Saya enggak pernah naikkan tarif, enggak ada tarif dasar listrik itu. Tarif tenaga listrik. Ya, itu enggak ada," kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    Baca: Prabowo Janji Tarif Listrik Turun, Luhut: Nggak Sesederhana Itu

    Jonan mengaku tidak mengetahui bahwa di media sosial sedang viral kabar kenaikan tarif listrik. Menurut dia, informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoax. Meski begitu, ia mengatakan tidak akan mempersoalkan kabar bohong itu ke ranah hukum.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.