RI Tawarkan 3 Proyek di Karimun ke Investor Singapura

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batam, Sabang, Bintan, dan Karimun termasuk dalam kawasan perdagangan bebas.

    Batam, Sabang, Bintan, dan Karimun termasuk dalam kawasan perdagangan bebas.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura mengajak investor dari negara singa itu untuk berinvestasi di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Karimun. Terlebih saat ini situasi politik dan iklim investasi di Indonesia sudah sangat kondusif.

    Baca: Singapura Menggeser AS Sebagai Ekonomi Paling Kompetitif di Dunia

    Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, menjelaskan, beberapa indikator positif seperti peningkatan indeks kompetitif, grade investasi dan stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang atas lima persen. Stabilitas politik terjaga baik dan keberhasilan pelaksanaan pemilu damai dan pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia menjadi beberapa faktor penunjang potensi investasi di Indonesia.

    Kepulauan Karimun merupakan salah satu prioritas kerja sama bilateral RI-Singapura dalam konteks pengembangan Batam, Bintan, Karimun (BBK) pada bidang investasi, perdagangan dan pariwisata.

    "Kerja sama investasi BBK merupakan prioritas bagi kedua negara, dan kawasan BBK ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena letak geografisnya yang berada antara Singapura dan Malaysia, serta dekat dengan hub lalu lintas udara dan laut," kata Ngurah melalui pernyataan tertulis diterima Tempo, Kamis, 20 Juni 2019.

    Kepala Badan Pengusaha (BP) Karimun, Cendra, menjelaskan ada tiga proyek yang ditawarkan ke investor Singapura, yakni Integrated Warehouse Complex, PT. Kinaka Shipyard, dan Modern Factory of Pineapple Products. 

    Cendra menyebutkan Integrated Warehouse Complex fokus pada oil and gas dan marine industries seluas 30 hektare dan memerlukan investasi sebesar US$ 12 juta. Sedangkan PT. Kinaka Shipyard yang terletak di Teluk Paku, Meral Barat, memiliki area seluas 20 hektare membutuhkan investasi sebesar US$ 20 juta.

    Sementara untuk Modern Factory of Pineapple Products memiliki ketersediaan lahan sampai dengan dua ribu hektare. "Rencananya industri ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar domestik, Singapura, dan Malaysia”, kata Cendra.

    Kawasan Perdagangan Bebas yang dikelola BP Karimun merupakan bagian dari kerangka kerja sama atau Working Group (WG) Batam, Bintan, Karimun (BBK) RI-Singapura (RISING). Ngurah menyatakan, menyambut baik penawaran paket investasi BP Karimun yang konkrit dan fokus yang disesuaikan keunggulan wilayahnya.

    Baca: Boediono Sarankan Indonesia Contek Pendidikan Singapura

    Sudah ada sekitar 20 investor Singapura menyatakan minatnya untuk meninjau secara langsung ketiga proyek yang ditawarkan Kawasan Perdagangan Bebas yang dikelola BP Karimun pada  20 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.