Hingga Mei 2019, Adhi Karya Bukukan Kontrak Baru Senilai Rp 5 T

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pundjung Setya Brata, mengatakan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 56,41 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pundjung Setya Brata, mengatakan pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 56,41 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampai dengan Mei 2019, PT Adhi Karya Tbk. telah mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 5 triliun. Perseroan meyakini, seiring dengan iklim usaha yang membaik pascapemilu, perolehan kontrak baru bakal lebih besar lagi. 

    Baca: Anies Tuding LRT Bikin Banjir, Ini Jawaban Adhi Karya

    Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan perolehan kontrak baru itu baru setara 20 persen dari target perolehan perseroan sepanjang 2019. Dia menyebut, kontrak baru berasal dari proyek energi, proyek pembangunan properti, dan sejumlah pekerjaan sipil.

    Beberapa proyek yang didapat Adhi Karya antara lain RDMP Office & Lab Pertamina, pembangunan sulfur jetty & pengerukan TUKS Migas, gedung apartemen di wilayah Cikunir, dan renovasi Gedung Karya Kementerian Perhubungan.

    Entus menerangkan, perolehan kontrak baru di paruh pertama 2019 belum begitu banyak. Dia beralasan, para pemilik proyek menunda pelelangan proyek-proyek baru karena berlangsung momen pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada April 2019. "Kemarin juga kecegat lebaran, jadi banyak yang ditunda. Mudah-mudahan di semester kedua lebih lancar," ujarnya kepada Bisnis, Rabu 19 Juni 2019.

    Di sisi lain, Adhi Karya juga telah menerima realisasi pembayaran ketiga untuk proyek kereta ringan light rail transit (LRT) Jabodetabek Tahap I senilai Rp1,2 triliun (di luar pajak) pada akhir Mei 2019 lalu dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir perseroan, pembayaran tersebut dikucurkan berdasarkan progres konstruksi LRT Jabodetabek Tahap I dalam periode Juli 2018 s.d September 2018.

    Baca juga: LRT Buka Lagi Uji Coba Publik Besok

    Secara kumulatif, Adhi Karya telah menerima pembayaran sebanyak Rp7,1 triliun sejak September 2015. Perseroan juga telah mengajukan mengajukan rencana pembayaran keempat untuk progres pekerjaan dari bulan Oktober 2018 s.d maret 2019 senilai Rp2,8 triliun.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.