BRI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga Kredit Hingga 50 Basis Poin

Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin 13 Mei 2019. BI menggandeng bank umum untuk membuka layanan penukaran uang untuk keperluan Idul Fitri 1440 Hijriah, yang mengambil lokasi di pasar tradisional dan pusat perkantoran. ANTARA FOTO/FB Anggoro

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI membuka ruang untuk menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) konsumsi. Hal ini dilakukan dengan catatan, Bank Indonesia atau BI mengoreksi suku bunga acuan tahun ini.

Baca: Eks Dirut BRI Asmawi Syam Jadi Komisaris Utama BTN

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan ruang penurunan suku bunga itu mencapai 50 basis poin (bps). “Tapi tidak seluruh portofolio (konsumsi). Harus memperhitungkan juga cost of fund (biaya dana),” ujarnya, Rabu, 19 Juni 2019.

Handayani juga belum dapat memastikan suku bunga kredit konsumsi yang akan dipangkas. Namun, penurunan suku bunga acuan BI juga dapat memberikan ruang bagi bank untuk memberikan promo.

Lebih jauh Handayani menjelaskan, berdasarkan komposisi, Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi tulang punggung kredit konsumsi BRI. Per Maret 2019, KTA menyumbang 74,02 persen dari total kredit konsumsi.

Kontributor kedua terbesar adalah Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan porsi 21,29 persen. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kredit menggunakan kartu masing-masing menyumbangkan 2,85 persen dan 1,84 persen.

Handayani memperkirakan KPR dan KKB tumbuh melampaui industri pada kuartal II tahun 2019. Namun, komposisi kredit konsumsi tidak akan banyak berubah per Juni 2019. “KPR kami harap bisa tumbuh sekitar 25 persen (yoy). KKB kira-kira sama, 20-25 persen (yoy),” ucapnya.

Baca: BRI Siapkan Rp 300 Miliar untuk Kuasai 19 Persen Saham LinkAja

Pertumbuhan dua segmen kredit konsumsi tersebut akan menjadi motor penggerak pertumbuhan pada kuartal kedua 2019. Handayani menuturkan pada kuartal II tahun 2019, kredit konsumsi BRI akan tumbuh 11-12 persen yoy atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya naik 9,63 persen.

BISNIS






BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

3 jam lalu

BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

BI memprediksi terkereknya inflasi September 2022 dipicu oleh kenaikan harga harga komoditas bensin sebesar 0,91 persen.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

1 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

1 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

1 hari lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

1 hari lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

1 hari lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

1 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

1 hari lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

2 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

3 hari lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.