Rapat The Fed Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap 2,25-2,5 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dampak Kebijakan The Fed

    Dampak Kebijakan The Fed

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) memutuskan tidak mengubah suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR). Hasil rapat Federal Open Market Committee pada Rabu waktu setempat (Kamis dinihari WIB), suku bunga acuan The Fed tetap pada kisaran 2,25 persen hingga 2,5 persen.

    Baca juga: BI Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Bagaimana Respons Perbankan?

    Dalam konferensi pers setelah penentuan suku bunga, Gubernur The Fed Jerome Powell mencatat bahwa kemajuan dalam pembicaraan perdagangan telah berubah menjadi ketidakpastian dan banyak pejabat Fed melihat perlunya ada kebijakan yang lebih akomodatif.

    "Rekan-rekan saya dan saya memiliki satu tujuan utama, untuk mempertahankan ekspansi ekonomi," kata Powell, seperti dikutip Bloomberg, Kamis 20 Juni 2019.

    Selain itu, The Fed juga bersikap sabar dalam kebijakan suku bunga dan memperkirakan inflasi AS akan jauh lebih rendah dari target bank sentral sebesar 2 persen.

    Bursa saham AS naik setelah keputusan tersebut dan obligasi Treasury menghapus kerugian. Imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun turun menjadi 2,03 persen.Sementara itu, Fed funds futures mencatat adanya peningkatan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Juli dan investor sekarang memperkirakan pelonggaran sekitar 74 basis poin pada akhir tahun.

    Powell mengelak pertanyaan tentang apakah Fed akan mengurangi setengah persen suku bunga jika memutuskan untuk bertindak. Tetapi dia mengakui ada manfaat dalam argumen bahwa bank sentral harus bergerak dengan tegas ketika tingkat kebijakannya sudah mendekati nol.

    Di Jakarta, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini juga akan memutuskan apakah suku bunga acuan tetap, turun, atau bahkan naik. Sejumlah pengamat memiliki prediksi yang berbeda. 

    Baca juga: BI: Cadangan Devisa Mei Turun Jadi 120,3 Miliar Dolar AS

    Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah justru melihat BI sejauh ini belum memastikan akan menurunkan suku bunga. Dia meyakini, BI masih memastikan terlebih dahulu perkembangan global khususnya arah kebijakan The Fed apakah akan menurunkan suku bunga atau masih menahan suku bunga.

    Sementara itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernu hari ini. Menurut dia, hal itu sejalan dengan perkiraan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang akan memangkas bunga di Rapat FMOC Juni ini.

     BISNIS | HENDARTYO HANGGI
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.