Soal Suku Bunga Acuan Bank Indonesia, Pengamat Beda Prediksi

Editor

Rahma Tri

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers di Gedung Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernu hari ini. Menurut dia, hal itu sejalan dengan perkiraan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang akan memangkas bunga di Rapat FMOC Juni ini.

Baca juga: BI Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Bagaimana Respons Perbankan?

"Selama satu tahun terakhir BI sudah pro stabilitas dengan naikkan bunga acuan. Sekarang saatnya pro sektor riil," kata Bhima saat dihubungi, Kamis, 20 Juni 2019.

Dia menilai dengan bunga yang lebih rendah, cost of borrowing atau biaya peminjaman sektor usaha akan lebih ringan. Bhima juga melihat pertumbuhan kredit akan lebih tinggi jika suku bunga turun, sehingga bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di atas ekspektasi pasar.

"Harapan para pelaku pasar juga terlihat dri penguatan kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan jelang RDG," ujar Bhima.

Dia juga melihat bahwa Rupiah mengalami apresiasi sebesar 0,37 persen di penutupan kemarin. IHSG pun menguat 1,31 persen dengan pembelian bersih asing Rp 497 miliar.

Sementara itu, ekonom Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah justru melihat BI sejauh ini belum memastikan akan menurunkan suku bunga. Dia meyakini, BI masih memastikan terlebih dahulu perkembangan global khususnya arah kebijakan The Fed apakah akan menurunkan suku bunga atau masih menahan suku bunga.

"BI harus cermat menganalisis karena kesalahan kebijakan akan berdampak besar kepada Rupiah," kata Piter.

Kalau The Fed menahan suku bunga, dia yakin BI belum akan menurunkan suku bunga. Menurut Piter, memang penurunan suku bunga sangat diharapkan oleh pasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Namun sesungguhnya, kata dia, BI masih bisa membantu pertumbuhan ekonomi walaupun suku bunga tidak diturunkan.

"Bank Indonesia bisa menggunakan bauran kebijakannya terutama di operasi moneter yang bersifat ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Piter.

Baca juga: BI: Cadangan Devisa Mei Turun Jadi 120,3 Miliar Dolar AS

Adapun hari ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama anggota Dewan Gubernur BI akan menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI Juni 2019. RDG Bank Indonesia pada 15 hingga 16 Mei 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan sebesar 6 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

HENDARTYO HANGGI






Intervensi DNDF, Begini Intervensi Bank Indonesia Tidak Kuras Cadangan Devisa

15 jam lalu

Intervensi DNDF, Begini Intervensi Bank Indonesia Tidak Kuras Cadangan Devisa

Intervensi Bank Indonesia atau BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak harus memakan cadangan devisa. Caranya?


Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

17 jam lalu

Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada sore ini, Selasa, 4 Oktober 2022.


Mengenal Cadangan Devisa, Salah Satu Instrumen Modal Hadapi Krisis Global

17 jam lalu

Mengenal Cadangan Devisa, Salah Satu Instrumen Modal Hadapi Krisis Global

Di laman Otoritas Jasa Keuangan, cadangan devisa atau dikenal dengan nama foreign exchange reserves merupakan cadangan dalam satuan mata uang asing.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

21 jam lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari lowongan kerja di PT Astra International Tbk. untuk fresh graduate dan profesional.


Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

22 jam lalu

Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 4 Oktober 2022, menguat.


Mengenal 5 Jenis Suku Bunga dalam Industri Perbankan

1 hari lalu

Mengenal 5 Jenis Suku Bunga dalam Industri Perbankan

Suku bunga bisa diartikan sebagai balas jasa yang diberikan bank kepada nasabahnya yang membeli atau menjual produknya.


OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

1 hari lalu

OJK: Menaikkan Suku Bunga Bank Bukan Satu-satunya Cara Jaga Likuiditas

OJK memastikan perbankan tidak akan serta merta menaikkan suku bunga pinjaman atau simpanannya untuk menjaga likuiditas.


Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

1 hari lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

1 hari lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.