Evaluasi Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Kembali Gelar Rapat

Ilustrasi Garuda Indonesia dan Lion Air. TEMPO/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Opsi mengundang maskapai asing menggarap pasar domestik sebagai salah satu cara untuk menurunkan harga tiket pesawat akan dibahas pemerintah dan pejabat lintas sektoral dalam rapat yang digelar pada hari ini.

Baca: DNI Dilonggarkan, Pengamat Sangsi Maskapai Asing Mau Masuk ke RI

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebutkan bahwa pembahasan mengenai opsi masuknya maskapai asing, merupakan salah satu bagian dari rapat evaluasi atas terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No.106/2019.

Beleid tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, tersebut berisi pemberlakuan keputusan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12-16 persen bagi penerbangan ekonomi yang menggunakan pesawat jet.

"(Maskapai asing?) Besok (Kamis) kita bahas. Besok kan kita rapat evaluasi sebulan keluarnya Kepmenhub No.106/2019. Kita evaluasi penurunan TBA kemarin efektif nggak. Kalau nggak, faktornya apa aja, trus apa yang bisa bikin signifikan turunkan. Termasuk salah satu opsi masuknya maskapai asing itu," ujarnya Susiwijono, Rabu, 19 Juni 2019 .

Kemenko Perekonomian dijadwalkan akan memanggil sejumlah stakeholder terkait untuk rapat evaluasi tersebut, antara lain seperti Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Angkasa Pura I dan II, serta dua group besar maskapai domestik, yakni Garuda Indonesia dan Lion Group.

"Mereka semua kita kumpulkan, termasuk pengelola bandara. Karena kita nggak ingin ambil policy dan berdampak lagi ke yang lain. Kan maskapai asing gak hanya untuk nurunin tiket," ucap Susiwijono.

Susiwijono memastikan bahwa opsi masuknya maskapai asing bukanlah satu satunya pilihan untuk menurunkan harga tiket, akan tetapi bisa juga ditempuh dengan cara efisiensi, harga avtur, leasing, dan lain-lain.

Pihaknya menegaskan akan sangat hati-hati dalam mengambil segala kebijakan yang bertujuan untuk menurunkan harga tiket pesawat tersebut, meskipun juga diyakini bakal tidak akan bisa dengan mudah dilakukan.

Pasalnya, apabila diputuskan memberikan ruang pada maskapai asing untuk masuk dalam penerbangan domestik, maka diperlukan perubahan aturan pada sejumlah regulasi, di antaranya yang terkait Daftar Negatif Investasi (DNI) maupun undang-undang penerbangan.

Baca: Jokowi Undang Maskapai Asing, KPPU Mendukung

"Kalau maskapai asing, bukan DNI aja yang diubah, tapi UU Penerbangan. Jadi nggak bisa mudah bikin masuknya maskapai asing. Makanya kita perlu evaluasi. Besok (Kamis) kita jelaskan," ujar Susiwijono.

BISNIS






Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

1 hari lalu

Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

Wamen BUMN membahas keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi untung.


Qatar Airways Raih Penghargaan Maskapai Terbaik Versi Skytrax 2022

3 hari lalu

Qatar Airways Raih Penghargaan Maskapai Terbaik Versi Skytrax 2022

Skytrax mengadakan penghargaan tahunan untuk maskapai dengan mempertimbangkan lebih dari 14 juta survei pelanggan


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

3 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

4 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

4 hari lalu

DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

DPR RI juga mendukung restrukturisasi dan privatisasi Garuda Indonesia pada 2022 dan menyetujui kepemilikan saham pemerintah menjadi 55 persen.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

5 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

6 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

7 hari lalu

Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan Jakarta Kuala Lumpur PP dari dua kali menjadi tiga kali sepekan mulai 27 September 2022,


Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

7 hari lalu

Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

Perusahaan pembuat pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing, dijatuhi sanksi denda US$200 juta atau Rp3 triliun oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS


Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

8 hari lalu

Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

Penambahan modal untuk PT Garuda Indonesia masih berlangsung. Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 7,5 triliun.