Pola Operasi Kereta di Stasiun Kemayoran Diubah, Alasan Kemenhub?

Stasiun Kemayoran. Wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah masyarakat menandatangani petisi menolak yang ditujukan untuk PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI tentang perubahan pola operasi kereta api Jatiluhur relasi Tanjung Priok-Purwakarta dan KA Walahar relasi Tanjung Priok-Cikampek. Masyarakat keberatan karena dua kereta api lokal itu tidak akan lagi berhenti di Stasiun Kemayoran seperti biasanya. 

Baca: 2 Kereta Ini Tak Berhenti di Stasiun Kemayoran, Warga Buat Petisi

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Zulfikri merespons petisi tersebut. Zulfikri mengatakan, perubahan pemberhentian KA Jatiluhur dan KA Walahar yang tidak seperti biasanya karena fasilitas dari Stasiun Kemayoran belum memenuhi standar keselamatan.

Zulfikri mengatakan, sebagai penyedia jasa transportasi, PT KAI harus memberikan jaminan keselamatan atas para penumpangnya. Saat ini KAI telah memberikan alternatif kepada masyarakat bisa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Kemayoran.

Perubahan aturan ini, menurut Zulfikri dikarenakan banyak kejadian penumpang lompat dari kereta api. "Karena banyak insiden yang lompat-lompat dari kereta api dan itu tidak menjamin dari keselamatan penumpang kereta api," ujarnya.

KAI sebelumnya menutup rute pemberhentian KA lokal di Stasiun Kemayoran lantaran alasan keamanan. Dalam keterangan tertulisnya awal Juni lalu, Senior Manager Humas Daop I KAI Jakarta Eva Chairunisa, menyatatakan KAI mengedepankan keselamatan naik-turun penumpang di stasiun tersebut. Adapun penumpang KA Walahar dan KA Jatiluhur selama ini acap menunggu kereta di tepi rel tanpa pembatas. 

Penutupan rute pemberhentian kereta api di Stasiun Kemayoran ini dinilai tidak bijak lantaran perseroan tidak menawarkan solusi. Penulis petisi itu menyatakan, ketimbang menutup rute, semestinya KAI membuatkan peron temporer. 

Petisi yang ditujukan untuk PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI melalui laman change.org dibuat oleh Abu Iltizam Iqlima berkembang viral. Petisi yang sejak dirilis dua minggu lalu telah mendapatkan 1.132 tanda tangan dari maksimal 1.500. 

Baca: Masa Angkut Lebaran, Penumpang Kereta Api Meningkat 9,67 Persen

Salah satu orang yang menandatangi petisi, Rahmadhansyah Dwi Ardiyanto, tidak setuju dengan perubahan aturan terkait operasi kereta tersebut. "Saya tidak setuju, karna okupansi pnp lokal di kemayoran itu banyak dan efisien waktunya daripada harus ke tanjungpriuk dulu . KEMBALIKAN PEMBERHENTIAN WALAHAR,JATILUHUR DI STASIUN KEMAYORAN," ujarnya dikutip dari laman change.org.

EKO WAHYUDI






Ayah Akseyna Datangi Kompolnas, Berikan Petisi, dan Informasi Bentuk Tim Khusus

1 hari lalu

Ayah Akseyna Datangi Kompolnas, Berikan Petisi, dan Informasi Bentuk Tim Khusus

Ayah Akseyna Ahad Dori, Mardoto, mendatangi Komisi Kepolisian Nasional, Rabu, 5 Oktober 2022, untuk berdiksui perihal anaknya dan memberikan petisi.


Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 153 Orang Viral di China

4 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan 153 Orang Viral di China

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 153 orang menjadi sorotan sejumlah media di China


Tahukah Benyamin Sueb Peraih Aktor Terbaik 2 Piala Citra?

5 hari lalu

Tahukah Benyamin Sueb Peraih Aktor Terbaik 2 Piala Citra?

Benyamin Sueb adalah orang yang mencintai dunia seni, lika-liku keidupan ia lakoni demi bertahan. Tahukah ia peraih Piala Citra dua kali? Di film apa?


Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

5 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Tarif Angkutan Penyeberangan Naik, Kemenhub: Kami Mendengar Suara Operator Kapal

8 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Naik, Kemenhub: Kami Mendengar Suara Operator Kapal

Kemenhub menyatakan sudah mendengarkan suara Gapasdap sebelum menaikkan tarif angkutan penyeberangan.


PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

9 hari lalu

PDIP Jelaskan Soal Video Viral Puan Maharani Cemberut Saat Bagi-bagi Kaos di Bekasi

Viral video Puan Maharani bagi-bagi kaos di Bekasi dengan wajah cemberut. PDIP memberikan klarifikasi apa yang terjadi saat itu.


Siapa Pemilik Es Teh Indonesia yang Viral?

9 hari lalu

Siapa Pemilik Es Teh Indonesia yang Viral?

Es Teh Indonesia pertama kali membuka gerainya di bilangan Jakarta Selatan. Es Teh Indonesia dikenal dengan produk-produk minuman berbahan dasar es teh.


Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

9 hari lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

10 hari lalu

Menhub Targetkan Kereta Barang dari KEK Sei Mangke-Kuala Tanjung Beroperasi Bulan Depan

Budi Karya menargetka kereta api barang dari Pelabuhan MultigunaCe KEK Sei Mangkei bisa dioperasikan mulai pada bulan depan.


Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

13 hari lalu

Mengenal Intan Lembata Bunting, Pencetus Lagu Rehan yang Viral

Intan Lembata Bunting mendadak viral setelah menyanyikan lagu Begitu Sulit Lupakan Rehan yang terinspirasi dari lagu dari The Junas.