Jokowi Akan Ajak Negara ASEAN Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-Cina

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 16 Mei 2019. Ratas itu membahas pendidikan dan pelatihan vokasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 16 Mei 2019. Ratas itu membahas pendidikan dan pelatihan vokasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan rapat terbatas untuk membahas persiapan kunjungan kerja di Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke-34 di Thailand dan KTT G-20 di Jepang.

    BACA: Khofifah Ingin Bangun MRT di Jawa Timur, Jokowi Bilang Kemahalan

    Dalam persiapan KTT ASEAN pada 20-23 Juni 2019, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia harus menggunakan momentum sebaik-baiknya untuk merebut peluang-peluang yang ada dalam rangka penguatan ekonomi negara, juga kepentingan nasional. Sejumlah isu yang akan diangkat Jokowi salah satunya antisipasi perang dagang Amerika dengan Cina.

    "Kita harus mengajak negara-negara ASEAN bersatu dalam mengantisipasi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok agar stabilitas ASEAN terjaga. Penting sekali kita ajak negara-negara ASEAN untuk bersatu," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    BACA: Bertemu Asosiasi UMKM, Jokowi: Saya Ingin Dapat Masukan

    Jokowi juga berencana membahas isu sampah laut. Kemudian, percepatan perdamaian di Rakhine State, Myanmar dalam pertemuan yang diikuti pemimpin negara-negara ASEAN itu.

    Adapun dalam KTT G-20 di Osaka pada 28-29 Juni 2019, Jokowi akan mengangkat persoalan ekonomi dan keuangan global, khususnya perdagangan dan investasi. Kedua, mengenai langkah inovasi dalam rangka pengembangan ekonomi digital dan artificial intelligence. "Ketiga, perlu diangkat mengenai kesenjangan, kualitas infrastruktur, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan perempuan di dunia," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.