Kementan Minta Bantuan Alsintan Dikelola Secara Profesional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementan Minta Bantuan Alsintan Harus Dikelola Secara Profesional.

    Kementan Minta Bantuan Alsintan Harus Dikelola Secara Profesional.

    INFO BISNIS – Kementerian Pertanian (Kementan) meminta fasilitasi alat dan mesin pertanian (alsintan) harus dikelola secara profesional. Siapa pun yang menerima bantuan alsintan dituntut untuk melakukan perawatan.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan alsintan bantuan pemerintah bukan sekadar membantu memudahkan dalam pengolahan lahan maupun panen, tetapi merupakan barang modal yang harus dikelola secara profesional menjadi unit usaha jasa yang menguntungkan.

    "Bantuan (alsintan) pemerintah harus dipahami seperti itu. Jangan kalau rusak nanti minta lagi sama pemerintah, bukan seperti itu," kata Sarwo Edhy, Selasa, 18 Juni 2019.

    Sarwo Edhy menjabarkan, syarat bagi penerima bantuan alsintan harus mempunyai kemampuan dan sanggup untuk mengelola menjadi satu unit usaha jasa pertanian. Sebab, ke depan diperlukan modernisasi pertanian yang didukung mekanisasi. Beberapa kondisi di antaranya, yaitu peningkatan kebutuhan pangan, sandang, dan papan yang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Di samping itu, kecenderungan menurunnya minat bekerja pada sektor pertanian, utamanya pada generasi muda. Berkurangnya tenaga kerja sektor pertanian menyebabkan upaya peningkatan produksi dan produktivitas terkendala.

    "Biaya produksi komoditas pertanian menjadi tinggi, kurang efisiennya proses produksi menggerus margin keuntungan petani," ucapnya.

    Potensi penghematan akibat mekanisasi pertanian mencapai Rp 24,5 triliun. Dalam usaha tersebut, Kementan telah menyalurkan bantuan alsintan sebanyak 415.051 unit dalam empat tahun terakhir. Alsintan meliputi Rice Transplanter, Combine Harvester, Dryer, Power Thresher, Corn Sheller dan Rice Milling Unit (RMU), traktor, dan pompa air. 

    "Modernisasi pertanian melalui mekanisasi merupakan solusi efisien menggantikan pola usaha tani manual. Mekanisasi juga sebagai solusi mengatasi berkurangnya tenaga kerja pertanian karena bermigrasi ke sektor industri dan jasa," tuturnya.

    Margin keuntungan yang tipis, menurut Sarwo Edhy, akan menurunkan minat dalam berusaha di bidang pertanian, khususnya sektor produksi. Atas kondisi tersebut, diperlukan modernisasi pertanian yang didukung mekanisasi, termasuk alsintan.

    "Dengan dukungan alsintan, marjin keuntungan semakin besar. Sehingga semakin meningkatkan minat masyarakat terjun ke sektor pertanian," kata Sarwo Edhy. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.