Penerbangan Domestik dengan Pesawat Jet juga Pindah ke Kertajati

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabin pesawat jet Gulfstream G550 (ilustrasi)

    Kabin pesawat jet Gulfstream G550 (ilustrasi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Guna meramaikan penerbangan di Bandara Internasional Kertajati, rencananya paling lambat 1 Juli 2019 seluruh operasional penerbangan domestik dengan pesawat jet di Bandara Internasional Husein Sastranegara sudah dialihkan.

    BACA: Penerbangan Internasional Tak Pindah ke Bandara Kertajati

    Hal tersebut disepakati Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta dihadiri antara lain oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, PT Angkasa Pura II (Persero), PT Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB, AirNav Indonesia, dan perwakilan dari maskapai nasional.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pemerintah pusat berkomitmen untuk mengatur semua pemangku kepentingan agar pelayanan di Kertajati ini dapat berjalan baik.

    "Kita rencanakan paling lambat 1 Juli, karena bertahap. Di sini (Kertajati) ada 28 take off, 28 landing, berarti ada 56 take off dan landing yang pindah ke Kertajati yaitu semua pesawat jet rute dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan, Selasa, 18 Juni 2019.

    BACA: Bandara Kertajati Beroperasi, Damri Alihkan Kelebihan Armada

    Adapun untuk operasional seluruh pesawat propeller (baling-baling) dan pesawat yang mengoperasikan rute luar negeri tetap melalui Husein Sastranegara di Bandung.

    Menyusul keputusan tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan siap untuk melakukan penataan penerbangan di Husein Sastranegara dan Kertajati.

    Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini masih dilakukan pendataan terkait dengan kebutuhan yang diperlukan maskapai agar pengalihan penerbangan perjalan mulus.

    “Kami tengah mendata apa saja yang dibutuhkan maskapai supaya paling lambat 1 Juli 2019 seluruh penerbangan sudah pindah ke Kertajati, sesuai keputusan rapat hari ini,” katanya.

    Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan penataan penerbangan yang dilakukan ini dilakukan dengan konsep multiairport system guna menyeimbangkan lalu lintas penerbangan sehingga bandara dan maskapai dapat beroperasi lebih efektif dan efisien.

    “Penataan penerbangan ini dilakukan di Husein Sastranegara, Kertajati, dan juga Soekarno-Hatta di Cengkareng serta Halim Perdanakusuma (Jakarta) dengan memperhatikan 4 area yakni fasilitas, infrastruktur, sistem operasi penerbangan, dan sumber daya manusia,” tuturnya.

    Adapun rute-rute yang rencananya dialihkan dari Husein Sastranegara ke Kertajati untuk sementara ini adalah:

    1. Surabaya : 14 flight/hari
    2. Denpasar : 12 flight/hari
    3. Pekanbaru: 4 flight/hari
    4. Banjarmasin: 2 flight/hari
    5. Kualanamu: 6 flight/hari
    6. Ujung Pandang: 2 flight/hari
    7. Palembang: 4 flight/hari
    8. Padang: 2 flight/hari
    9. Balikpapan: 2 flight/hari
    10. Yogyakarta: 2 flight/hari
    11. Lombok: 2 flight/hari
    12. Pontianak: 2 flight/hari
    13. Batam: 2 flight/hari

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, operasioanl Kertajati sangat dinantikan oleh masyarakat Jabar. “PAD [Pendapatan Asli Daerah] Jawa Barat akan bertambah dan perekonomian masyarakat sekitar [Kertajati] akan ada peberubahan,” jelasnya.

    Kertajati merupakan bandara terbesar di Jawa Barat dan ke depannya diproyeksikan sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta.

    Pada tahap awal, Kertajati memiliki luas terminal mencapai 96.000 meter persegi dengan kapasitas 5 juta penumpang. Pada pengembangan akhir, atau tahap ultimate, Kertajati akan diperkuat terminal berkapasitas 29,3 juta per tahun pada 2032. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.