Bappenas: Kajian Pemindahan Ibu Kota Hampir Rampung

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Staf Presiden Eko Sulistyo (kiri), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro (batik tengah), dan Anggota DPR Komisi XI Misbakhun, dalam diskusi terkait pemindahan ibu kota negara, di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Deputi Staf Presiden Eko Sulistyo (kiri), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro (batik tengah), dan Anggota DPR Komisi XI Misbakhun, dalam diskusi terkait pemindahan ibu kota negara, di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan mengatakan kajian pemindahan ibu kota baru sudah hampir rampung, hingga lebih dari 90 persen. Kajian tersebut akan segera disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan diumumkan sebelum akhir tahun 2019.

    BACA: Pemindahan Ibu Kota Diminta Tak Membebani Swasta ibu

    “Itu utamanya penentuan lokasi dan perencanaan besarnya dan juga bisnis model yang akan dikembangkan" kata Bambang usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi Keuangan DPR RI di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juni 2019.

    Sejauh ini, ibu kota baru hampir pasti berada di Pulau Kalimantan. Di depan Komisi Keuangan DPR, Bambang menyebut Kalimantan merupakan lokasi yang paling minim bencana alam dari daerah lain. Selain Kalimantan, daerah yang memiliki karakteristik sama yaitu daerah Sumatera bagian timur dan Sulawesi Selatan.

    BACA: Pemindahan Ibu Kota, Teras Narang: Kalteng Sudah Siap Sejak 1957

    Di Kalimantan, saat ini terdapat tiga lokasi yang menjadi kandidat kuat lokasi ibu kota nantinya. Ketiganya yaitu Bukit Soeharto, Bukit Nyuling, dan Kawasan Segitiga Palangkaraya. Namun, Bambang masih belum bersedia merinci lokasi mana yang paling mungkin dipilih menjadi calon ibu kota. Ia hanya menyebut pemerintah masih mengkaji matang soal lokasi ini. “Kami melakukan ini dengan hati-hati,” ujarnya

    Dalam rapat ini, beberapa anggota DPR memang mempertanyakan alasan pemerintah begitu ngotot untuk memindahkan ibu kota. Namun, Bambang memberikan penjelasan bahwa beban penduduk yang ditanggung Pulau Jawa selama ini menjadi salah satu alasan kuatnya. Lebih dari separuh penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa.

    Saat ini saja, kata Bambang, sebagian besar dari kota besar di Indonesia terpusat di Pulau Jawa, terutama Jabodetabek. Jakarta menjadi kota terbesar di Indonesia, lalu Surabaya menjadi kota terbesar kedua. Sementara kota terbesar ketiga ditempati oleh Bekasi. “Depok yang saya pikir hanya tempat saya kuliah dulu, sekarang jadi kota terbesar keenam, lalu Tangerang Selatan yang kecil, terbesar ke-10,” kata Bambang.

    Untuk itulah, pemindahan ibu kota akan diikuti dengan sejumlah kebijakan lainnya. Pertama, pemerintah akan memusatkan hilirisasi produk Sumber Daya Alam di luar Pulau Jawa. Lalu, pemerintah juga akan mengembangkan enam wilayah metropolitan di luar Jawa. Di antaranya yaitu Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, dan Manado. “Jadi di sana, diharapkan bisa jadi pusat sumber pertumbuhan ekonomi, tak lagi bergantung pada Jakarta,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.