Tarik Investasi Rp 200 Miliar, Tempo.co Akan Masuk Bursa Saham

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Direktur Utama PT. Tempo Inti Media, Toriq Hadad (tengah), bersama Dewan Komisaris dan Dewan Direksi saat memberikan pemaparan dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk., Toriq Hadad mengungkapkan bahwa perseroan sedang melakukan restrukturisasi finansial. Untuk itu, Tempo sudah memulai langkah strategis lain, yakni penawaran perdana saham kepada publik atau initial public offering(IPO) PT Info Media Digital yang menaungi tempo.co.

    Baca: Laba Meningkat, Tempo Inti Media Prioritaskan Sirkulasi Digital

    Menurut Toriq, hal itu dilakukan guna mendukung pengembangan perseroan untuk menjadi pemain digital sepenuhnya. Seperti diketahui, hal itu memerlukan investasi yang tidak sedikit.

    "Kami merencanakan IMD go public pada Maret 2020. Kami yakin langkah ini akan mempercepat transformasi Tempo menuju pemain digital sepenuhnya," kata Toriq di Gedung Tempo, Jakarta, 18 Juni 2019.

    Namun, kata dia, sebelum melakukan IPO direksi juga akan lebih berfokus pada peningkatan valuasi tempo.co dengan nilai maksimum ketika IPO sekitar Rp 1 triliun. Menurut Toriq, saat ini valuasi masih sekitar Rp 800 miliar.

    "Jadi kami baru mengadakan transaksi dengan Paytren manajemen, itu angkanya sekitar Rp 600 miliar. Mungkin kami akan siapkan private placement lagi, masih ada beberapa rencana yang namanya belum bisa disebut. Setelah itu, saat IPO di atas Rp 1 triliun," kata Toriq.

    Toriq berharap 20 persen dari nilai itu atau sekitar Rp 200 miliar dapat di-IPO-kan. Menurut Toriq, nantinya mayoritas dana itu digunakan untuk pengembangan usaha. Tanpa injeksi yang cukup signifikan di situ, Toriq khawatir perkembangan Tempo tidak seperti yang diharapkan.

    "Saya ingin masa depan Tempo sudah dirintis mulai dari IPO itu. Pelan-pelan kami pindahkan, seiring dengan cetak yang mulai menurun, kami kembangkan sekoci-sekoci baru ini, sehingga Tempo tetap survive secara brand," ujar Toriq.

    Adapun Toriq menargetkan pendapatan usaha PT Tempo Inti Media Tbk, lebih dari Rp 300 miliar pada tahun ini. Angka itu meningkat dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 291,55 miliar.

    Baca: 2018, Laba Bersih Tempo Inti Media Naik 48,3 Persen

    Hal itu Toriq sampaikan saat PT Tempo Inti Media Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham mengenai tahun buku 2018. Dia mengatakan laba bersih perseroan Rp 4,54 miliar atau meningkat 48,3 persen dibanding tahun sebelumnya. "Peningkatan itu merupakan kontribusi unit bisnis Majalah Tempo, media digital, percetakan, dan rumah kreatif," katanya.

    Peningkatan kinerja unit-unit bisnis Tempo itu, kata dia, melebihi penurunan di unit bisnis media cetak, penyelenggara acara atau event organizer, perdagangan kertas, dan rumah produksi video.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.