Akhiri Tren Pelemahan, IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.257

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rebound dan mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut ada akhir perdagangan hari ini, Selasa, 18 Juni 2019.

    Baca: Usai Libur Lebaran, IHSG Menguat ke Level 6.308

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,08 persen atau 66,81 poin di level 6.257,33 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 59,74 poin ke level 6.190,52.

    Di awal perdagangan, IHSG dibuka rebound dengan penguatan 0,07 persen atau 4,61 poin ke level 6.195,13. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.195,132 – 6.257,33.

    Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin oleh sektor properti yang menguat 3,38 persen, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,41 persen. Di sisi lain, sektor tambang dan industri dasar yang melemah masing-masing 0,67 persen dan 0,15 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

    Dari 634 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 207 saham menguat, 196 saham melemah, dan 231 saham stagnan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 1,81 persen dan 2,05 persen menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

    Indeks saham lainnya di Asia mayoritas cenderung menguat. Indeks Shanghai Composite keluar dari wilayah negatif dan berakhir menguat 0,09 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,96 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,38 persen

    Saham Australia ditutup naik 0,6 persen pada level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun menyusul indikasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh bank sentral negara itu, sehingga memicu pembelian yang kuat. Di sisi lain, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,72 persen.

    Dilansir Reuters, sebagian besar pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari ini, meskipun terbatas oleh kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve A.S.

    The Fed, yang menghadapi tuntutan baru oleh Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga, memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa. Bank sentral AS ini diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga saat ini, tetapi mungkin meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga akhir tahun ini.

    Harapan untuk pelonggaran kebijakan moneter AS telah menjadi sentimen positif untuk aset berisiko, yang diterpa oleh eskalasi dalam konflik perdagangan antara AS dan China sejak bulan lalu. Indeks S&P 500 telah naik 5 persen bulan ini setelah meluncur di bulan Mei.

    Baca: Pasca Demo 22 Mei, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

    "Hanya dalam beberapa bulan, pasar telah berubah dari yang dipandu oleh The Fed menjadi aktif membimbing The Fed," tulis tim analis suku bunga Bank of America Merrill Lynch, seperti dikutip Reuters.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.