Begini Canggihnya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta Cepat Jakarta - Bandung akan menggunakan kereta cepat generasi terbaru, CR400AF. Kereta ini merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.

    Baca: Dengan Kereta Cepat, Jakarta - Bandung Bisa Ditempuh 46 Menit

    CR400AF memiliki lebar 3,36 m dan tinggi 4,05 m dengan panjang kepala kereta 27,2 m dan intermediate kereta 25 m. Dengan kata lain, CR400AF memiliki dimensi lebih besar dari tipe sebelumnya. Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan yang lebih rendah.

    Satu rangkaian kereta CR400AF terdiri dari 8 gerbong dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat tanpa motor. Dengan komposisi ini memungkinkan kereta CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.

    "Berbeda dengan tipe sebelumnya, CR400AF didesain untuk beroperasi di empat iklim salah satunya di iklim tropis dengan konsisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia," kata Chandra Dwiputra, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China, dalam siaran pers, Senin 17 Juni 2019.

    Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim,


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.