Perang Dagang, BKPM: Tiap Triwulan Ada Perluasan Pabrik di RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com

    Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM mencatat perang dagang justru memberi nilai positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya, lewat banyaknya investasi untuk melakukan relokasi atau perluasan pabrik yang ada di Indonesia.

    Baca: Kepala BKPM: Perang Dagang Belum Pengaruhi Investasi di RI

    "Menurut saya setiap triwulan ada perluasan pabrik di Indonesia akibat perang dagang. Terutama investor atau pemilik pabrik yang sudah punya pabrik di Cina tapi juga punya di Vietnam dan Indonesia," kata Thomas saat ditemui dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019.

    Thomas mengatakan, akibat perang dagang banyak pabrik dari sejumlah perusahaan yang ada di Cina tak lagi melakukan perluasan. Sebaliknya, perusahaan itu justru mengalihkan investasinya untuk membangun maupun memperluas pabrik yang telah dimiliki di sejumlah kawasan terutama Asia Tenggara.

    Kendati demikian, Thomas enggan untuk mendetail kan perusahaan mana yang bakal atau telah sepakat untuk melakukan perluasan pabrik tersebut. Namun, kata dia, sejumlah pabrik yang bakal diperluas tersebut berasal dari pabrik yang berada di sektor elektronik dan peralatan rumah tangga.

    "Contoh industri elektronik rumah tangga. Kayak kulkas, microwave, LCD televisi itu kan sekarang cukup didominasi merek Korea. Dan rantai produksi mereka dari 20 tahun lalu sudah tersebar di Asia Tenggara," kata Thomas.

    Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah mencatat produsen elektronika Sharp Corporation dan LG Eletronics akan merelokasi sejumlah unit produksi mereka ke Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu peluang yang didapat Indonesia di tengah berlangsungnya perang dagang.

    “Sebagai negara dengan kondisi geopolitik yang cukup stabil, Indonesia kini semakin diincar oleh investor asing,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Ahad, 16 Juni 2019.

    Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto, menjelaskan Sharp akan merelokasi pabrik mesin cuci dua tabung dari Thailand ke pabrik yang ada di Karawang International Industrial City (KIIC). Rencananya, kata Janu, peresmian pabrik Sharp akan dilakukan bukan depan. “Jadi, nanti ada penambahan lini produksi. Ini juga untuk pasar ekspor. Mereka akan menyerap ratusan tenaga kerja," ujarnya.

    Baca: Perang Dagang, OJK Turunkan Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

    Akibat perang dagang Amerika Serikat dan Cina itu pula, LG akan merelokasi pabrik pendingin ruangan dari Vietnam ke fasilitas produksi yang ada di Legok, Tangerang. “Mereka akan mulai produksi dan mulai dipasarkan pada September 2019 sebanyak 25 ribu unit," kata dia. Selanjutnya, jumlah produksinya ditargetkan naik menjadi 50 ribu unit.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.