Kepala BKPM: Perang Dagang Belum Pengaruhi Investasi di RI

Kepala BKPM Thomas Lembong dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri Regional Investment Forum yang digelar Badan Kerjasama Penanaman Modal di Yogyakarta, 14 Maret 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina belum berdampak pada kondisi investasi di Indonesia. Dia mengatakan, perang dagang lebih banyak berpengaruh bagi pasar modal dan pasar uang.

Baca juga: Kepala BKPM: Masih Banyak PR untuk Menumbuhkan Investasi

"Sementara ini dampak utama kepada sektor investasi dari perang dagang mungkin melalui dampak negatif dari kondisi pasar uang dan pasar saham. Akibatnya, likuiditas di keuangan dan peruangan regional dan tentunya nasional mengetat," kata Thomas ketika ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni 2019.

Menurut catatan BKPM realisasi investasi pada triwulan I 2019 mencapai Rp 195,1 triliun. Jumlah ini tercatat naik sebesar 5,3 persen jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada periode yang sama 2018, yang mencapai Rp 185,3 triliun.

Adapun, nilai realisasi investasi triwulan pertama tersebut telah mencapai 24,6 persen dari target investasi sebesar Rp 792,0 triliun sepanjang 2019. Capaian realisasi ini dinilai sangat penting untuk menjaga supaya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen bisa terealisasi sepanjang 2019.

Thomas menjelaskan, dampak terhadap pasar saham dan pasar uang terjadi karena investor cenderung menarik dananya dan dipindah ke dalam aset aman seperti mata uang dolar Amerika Serikat dan yen Jepang. Karenanya, tak heran jika dolar menjadi mahal dan menjadi langka. 

Thomas optimistis investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) masih berada dalam tren positif tahun ini. Sebab di tengah-tengah kondisi perang dagang, sudah banyak terlihat bahwa banyak sekali industri merelokasi pabriknya dari Cina ke kawasan lain. "Sekarang mereka sadar harus mendiversifikasi," kata Thomas.

Menurut mantan Menteri Perdagangan ini, relokasi pabrik-pabrik yang ada di Cina ke kawasan lain merupakan respons wajar dari investor terhadap perang dagang. Apalagi di tengah, perang dagang dan pelemahan ekonomi global membuat kondisi stabilitas ekonomi sejumlah negara ikut tertekan.

Karena itu, Thomas optimistis lantaran kondisi demikian tidak terjadi di Indonesia. Sebaliknya, ekonomi Indonesia masih dipandang stabil dan tidak terlalu volatil dan fluktuatif. "Jadi sementara kita kan tidak ada blunder yang signifikan, kita stabil rasional pelan pelan reformis, di dunia yang penuh dengan ketidakpastian," kata Thomas.

Baca berita Investasi lainnya di Tempo.co






West Java Investment Summit, Ridwan Kamil Tawarkan Investasi Pangan dan Energi Terbarukan

1 jam lalu

West Java Investment Summit, Ridwan Kamil Tawarkan Investasi Pangan dan Energi Terbarukan

Jawa Barat menawarkan investasi pangan dan energi baru terbarukan dalam West Java Investment Summit (WIJS) 2022 yang dibuka di Bandung.


Ridwan Kamil: Saya Minta Pemerintah Daerah Gelar Karpet Merah bagi Investor

3 jam lalu

Ridwan Kamil: Saya Minta Pemerintah Daerah Gelar Karpet Merah bagi Investor

Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil meminta pemerintah kabupaten/kota lebih proaktif menarik investor.


Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

10 jam lalu

Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir September 2022 menemukan 105 platform pinjaman online atau pinjol ilegal.


Bahlil Lahadalia: Ekonomi Global Saat Ini Gelap, Gelap Sesungguhnya

10 jam lalu

Bahlil Lahadalia: Ekonomi Global Saat Ini Gelap, Gelap Sesungguhnya

Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ekonomi global sedang mengalami masa yang tidak menguntungkan.


Di Hadapan CEO Freeport, Bahlil: Saya Lulusan Universitas Daerah, Bukan Kampus Top

15 jam lalu

Di Hadapan CEO Freeport, Bahlil: Saya Lulusan Universitas Daerah, Bukan Kampus Top

Bahlil menyebutkan dirinya hanya lulusan universitas di daerah. Kampus Bahlil bahkan bukan termasuk kampus top di Papua.


Aplikasi digibank DBS, Cara Tepat Investasi Reksadana

17 jam lalu

Aplikasi digibank DBS, Cara Tepat Investasi Reksadana

Semua strategi investasi Reksadana demi menghadapi inflasi bisa diterapkan ketika menggunakan Aplikasi digibank by DBS.


Bahlil Paparkan 4 Goncangan Global Ancam Perekonomian Indonesia Sejak 2018

17 jam lalu

Bahlil Paparkan 4 Goncangan Global Ancam Perekonomian Indonesia Sejak 2018

Menteri Bahlil menyatakan sedikitnya ada empat goncangan global yang mengancam perekonomian Indonesia terjadi dalam kurun 2018 hingga 2022.


Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa dimulai dari Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


TEMPO Young Entrepreneurship Challenge 2022, CEO Pluang: Belajar Investasi Butuh Perjuangan

1 hari lalu

TEMPO Young Entrepreneurship Challenge 2022, CEO Pluang: Belajar Investasi Butuh Perjuangan

CEO Pluang, Marcelina Claunia Kolonas, menyebut tren investasi di Indonesia kini sudah dilakukan anak-anak muda.


Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

1 hari lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.