Menjelang Rapat The Fed, Rupiah Menguat ke Rp 14.335 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -  Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat jelang rapat bank sentral AS, Federal Reserve atau the Fed. Rupiah menguat tipis, dua poin atau 0,01 persen menjadi Rp 14.335 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.337 per dolar AS.

    BACA: BI Optimis Rupiah Akan Menguat ke Rp 13.900 - Rp 14.300 per USD

    Analis Bank Mandiri Rully Arya W mengatakan pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi sentimen eksternal terutama pertemuan The Fed tengah pekan ini. "Hari ini mungkin masih wait and see terhadap pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee)," ujar Rully, di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

    Menurut Rully, pelaku pasar berharap ada kejelasan mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed. "The Fed tampaknya akan menahan suku bunganya, tapi kita lihat sinyalnya seperti apa," katanya.

    BACA: APBN 2019, Indef: Koreksi Asumsi Pertumbuhan Ekonomi Mendesak

    Selain itu, tensi geopolitik di Timur Tengah, antara AS dan Iran diperkirakan juga akan berdampak terhadap rupiah. Sedangkan dari domestik, sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi atau MK  diprediksi hanya akan menjadi sentimen yang berdampak minim bagi nilai tukar.

    Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan kurs rupiah menguat menjadi Rp 14.334 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.346 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.