KM Arim Jaya Tenggelam di Perairan Sumenep, Ini Perintah Khofifah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam. REUTERS/Carlo Allegri

    Ilustrasi kapal tenggelam. REUTERS/Carlo Allegri

    TEMPO.CO, Surabaya -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan sejumlah organisasi perangkat daerah melakukan langkah penanganan terhadap kecelakaan Kapal Motor Arim Jaya yang tenggelam di Perairan Sumenep, Senin, 17 Juni 2019.

    BACA: KM Kenari II yang Angkut 30 Orang Tenggelam di Alor, 2 Meninggal

    "Gubernur memerintahkan lima OPD terlibat secara cepat dan aktif bersama-sama aparat terkait di lokasi kejadian," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai kepada wartawan di Surabaya, Selasa dini hari, 18 Juni 2019.

    Kelima OPD yang diminta segera bergerak adalah Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, Dinas Kesehatan, Bakorwil Pamekasan dan Biro Kesejahteraan Sosial.

    Perintah gubernur, kata dia, salah satu yang utama adalah mencari data dan informasi lengkap serta melakukan penanganan darurat kejadian tersebut. "Kelima OPD diminta memonitor kondisi di lapangan dan diharapkan kondisi tersebut bisa tersampaikan secara langsung kepada gubernur," ucapnya.

    BACA: Kapal Motor Mutiara Persada Karam Akibat Batu Karang

    Menurut dia, sangat penting untuk segera mendapatkan data akurat di lapangan perihal jumlah korban selamat, luka-luka maupun meninggal untuk menentukan langkah tepat dalam proses penanganan para korban.

    Selain itu, kata dia, pemerintah daerah setempat juga diminta untuk saling berkoordinasi secara serius dalam pencarian korban bersama Basarnas dan OPD pemprov Jatim.

    Sebelumnya, KM Arim Jaya diketahui berangkat dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB pagi tujuan Pelabuhan Kalianget Sumenep. Kapal kecil terbuat dari kayu berukuran tiga "gross tonnage" atau GT yang dinakhodai Arim itu diinformasikan terguling setelah terhantam ombak.

    Lima perahu nelayan membantu penyelamatan korban saat kapal penumpang yang tenggelam di pertengahan perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang tersebut.

    Lima perahu nelayan tersebut mengevakuasi puluhan korban yang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian menuju ke Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Dungkek untuk mendapatkan perawatan medis.

    Basarnas Kota Surabaya mengerahkan Kapal Negara atau KN SAR 225 Widura untuk melakukan pencarian korban di lokasi kejadian.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Dwi Budi Sutrisno menyebut total penumpang KM Arim Jaya yang tenggelam berjumlah sekitar 40 orang, selain dua orang anak buah kapal atau ABK. "Dua orang penumpang meninggal dunia dalam kejadian ini dan telah dievakuasi ke RSUD Sumenep, Madura," katanya. Sampai saat ini sebanyak 30 penumpang, termasuk seorang ABK, berhasil diselamatkan, di sisi lain petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap sekitar 10 korban yang masih dinyatakan hilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.