Perang Dagang, Cina Kurangi Kepemilikan Surat Utang AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Turki. Gmfus.org

    Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Turki. Gmfus.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina mengurangi kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat atau US treasury pada April, di tengah perang dagang kedua negara yang semakin memanas.

    BACA: Perang Dagang, OJK Turunkan Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

    Kepemilikan Cina atas surat utang pemerintah Amerika Serikat atau AS  turun menjadi 1,113 triliun dolar AS pada April, merupakan bulan kedua berturut-turut di mana kepemilikannya berkurang, menurut data yang dirilis Departemen Keuangan AS pada Senin, 17 Juni 2019.

    Namun demikian, Cina masih menjadi pemegang asing terbesar atas surat utang pemerintah AS. Cina memiliki 1,121 triliun dolar AS pada Maret, sedikit menyusut dari bulan sebelumnya.

    BACA: Trump Masukkan Huawei ke Daftar Hitam, Ini Kata Menteri Airlangga

    Sementara itu kepemilikan Jepang atas obligasi AS turun menjadi 1,064 triliun dolar AS pada April dari 1,078 triliun dolar AS pada Februari. Gabungan Cina dan Jepang memiliki lebih dari sepertiga dari total kepemilikan asing atas surat utang pemerintah AS.

    Gabungan akuisisi luar negeri neto sekuritas jangka panjang AS, sekuritas jangka pendek AS, dan arus perbankan, hasilnya adalah arus keluar asing neto sekuritas AS senilai 7,8 miliar dolar AS pada April, data menunjukkan.

    Baca berita tentang Perang Dagang lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.