Kenali Teknologi Terkini pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kereta cepat di Cina. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    Ilustrasi kereta cepat di Cina. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta Cepat Jakarta - Bandung direncanakan menggunakan teknologi terkini, yakni kereta cepat generasi teranyar CR400AF. Kereta tipe tersebut merupakan hasil pengembangan dari tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang.

    Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Beroperasi 2010

     

    "Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun (sejak tahun produksi) serta biaya perawatan yang lebih rendah," ujar Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia China Deni Yusdiana dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Juni 2019.

    Dengan menggunakan seri CR400AF, kereta cepat itu akan memiliki lebar 3,36 meter dan tinggi 4,05 meter dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter. Artinya, ujar Deni, dimensi dari kereta tersebut akan lebih besar dari tipe sebelumnya.

    Kereta model anyar itu juga didesain untuk beroperasi di empat iklim, salah satunya di kondisi tropis dengan kondisi suhu dan kelembapan tinggi seperti di Indonesia. Nantinya, setiap rangkaian kereta akan dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi.

    "Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta – Bandung yang cenderung menanjak," kata Deni.

    Selain itu, dengan besar daya setiap rangkaian mencapai 9750 kilowatt, maka kereta cepat dijamin mampu memberikan akselerasi yang lebih baik saat melewati trase pada elevasi 30 per mil. Dalam kondisi darurat, kereta tersebut juga dapat digunakan sebagai penarik kereta lainnya meskipun dalam kondisi gradien atau elevasi 12 per mil.

    Adapun satu rangkaian kereta CR400AF, tutur Deni, terdiri dari delapan gerbong dengan komposisi empat gerbong bermotor dan empat gerbong tanpa motor. Menurut dia, komposisi ini memungkinkan kereta memiliki kecepatan desain hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.

    "Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan CR400AF memiliki cabin noise yang lebih rendah sehingga mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal," kata dia.

    Selanjutnya, Deni mengatakan kereta juga bakal dilengkapi dengan dua emergency brake atau rem darurat. Yang pertama disebut Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis.

    Emergency brake kedua disebut Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta dan pada saat power kereta dalam kondisi off atau tidak bekerja. "Dengan dua sistem emergency brake ini, CR400AF menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human error," tutur dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.