Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2020

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Ketua Dewan Komisi Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI soal Asumsi Dasar dalam Kerangka Asumsi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2020. Tempo/Hendartyo Hanggi

    (ki-ka) Ketua Dewan Komisi Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI soal Asumsi Dasar dalam Kerangka Asumsi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2020. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah dan Komisi XI DPR RI menyepakati asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2020. Perwakilan pemerintah dalam rapat komisi XI itu adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto.

    Baca juga: Pengajuan APBN Perubahan 2019 Dikaji

    "Bisa disetujui? Saya ketok ya," kata pimpinan rapat Melchias Marcus Mekeng, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.

    Dalam asumsi makro RAPBN 2020 itu, pertumbuhan ekonomi disepakati pada kisaran 5,2 hingga 5,5 persen. Adapun inflasi dipatok 2 sampai 4 persen. Tingkat Bunga Surat Perbendaharan Negara 3 bulan diperkirakan sebesar 5,0 hingga 5,6 persen. Adapun nilai tukar Rupiah diasumsikan Rp 14.000 sampai Rp 14.500 per dolar AS.

    Dalam rapat sebelumnya, Sri Mulyani mengusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 hingga 5,6 persen, tingkat inflasi sebesar 2 hingga 4 persen, suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,0 hingga 5,6 persen, nilai tukar rupiah Rp 14 ribu hingga 15 ribu per dolar AS.

    Adapun saat pembahasan, terdapat delapan fraksi yang hadir yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangun, dan Partai Nasional Demokrat. Sedangkan dua fraksi tidak hadir, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hanura.

    Fraksi PDIP menyusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 hingga 5,4 persen, tingkat inflasi sebesar 2,5 hingga 3,5 persen, suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,0 hingga 5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp 14.000 hingga 14.300 per dolar AS.

    Fraksi Partai Golkar menyusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 hingga 5,5 persen, tingkat inflasi sebesar 2 hingga 4 persen, suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,0 hingga 5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp 14.000 hingga 14.500 per dolar AS.

    Fraksi Partai Gerindra menyusulkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 hingga 5,4 persen, tingkat inflasi sebesar 2,5 hingga 3,5 persen, suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,0 hingga 5,3 persen, nilai tukar rupiah Rp 14.000 hingga 14.300 per dolar AS.

    Saat Fraksi Gerindra menyampaikan usulan, pimpinan rapat tak lupa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.