Kecelakaan di Tol Cipali, KNKT Temukan Fakta Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka. ANTARA

    Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin, 17 Juni 2019. Dalam kecelakaan yang melibatkan 4 kendaraan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 45 orang menderita luka-luka. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT untuk kasus kecelakaan di Tol Cipali, Achmad Wildan, menjelaskan bahwa timnya menemukan beberapa fakta baru. KNKT sendiri saat ini memang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipali KM 150,9 yang menyebabkan 12 orang tewas itu. 

    Baca: Kecelakaan Beruntun Tol Cipali, 12 Orang Meninggal

    “Kami sudah ada kronologinya. Dari keterangan saksi, ada penumpang yang merebut kendali pengemudi,” ujar Wildan saat dihubungi Tempo pada Senin, 17 Juni 2019.

    Menurut Wildan, saksi yang duduk di bangku baris ketiga setelah sopir menyaksikan ada seorang penumpang yang merebut dan memegang kendali setir sebelum bus menyelonong ke lajur berseberangan. Penumpang yang diduga merebut kendali setir ini duduk di bangku pertama sisi kiri.

    Wildan mengatakan, dokter dari KNKT yang juga bertindak sebagai investigator akan meminta keterangan dari penumpang yang ditengarai merebut setir itu esok. Nantinya, dokter akan mengetahui apakan penumpang itu berada dalam kondisi waras atau mengidap gangguan jiwa.

    Fakta lain dari keterangan saksi-saksi menurut Wildan ialah sopir bus melakukan panggilan telepon sepanjang perjalanan. “Maka besok kami lihat argumennya penumpang yang menyerobot setir. Apakah dia terganggu karena sopirnya telepon-telepon terus, atau karena hal lain, kita belum bisa memastikan,” ucapnya.

    Sopir bus nahas itu sendiri tewas sesaat setelah kejadian. Wildan mengatakan timnya masih akan menghimpun keterangan lebih dalam dari saksi-saksi hidup. “Kan kami sudah periksa kendaraamn, periksa jalan. Besok kami akan periksa penumpang yang selamat,” ucapnya.

    Insiden kecelakaan beruntun sebelumnya terjadi pada Senin dinihari pukul 01.00 WIB. Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah bus, Mitsubishi Expander, Toyota Inova, dan truk Mitsubishi.

    Baca: Kecelakaan Maut Tol Cipali, Penumpang Bus Paksa Ambil Alih Kemudi

    Kecelakaan bermula saat bus melaju di jalur A dari arah Jakarta menuju Cirebon. Pengemudi bus ditengarai mengantuk sehingga kendaraan seketika menyelonong ke jalur B dan menabrak median jalan. Akibatnya, bus menghantam tiga kendaraan sekaligus, yaitu Inova, Expander, dan truk Mitsubishi, yang tengah melaju di jalur B.

    Akibat kecelakaan di Tol Cipali tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal. Adapun dua orang menderita luka berat dan beberapa lainnya luka ringan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.