Bandara Internasional Yogyakarta Siapkan Bus ke Terminal Giwangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta atau BIY, Sabtu, 4 Mei 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang pesawat kedatangan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA di Kulonprogo akan diangkut dengan bus khusus tujuan Terminal Bus Giwangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah tengah menggodok proses pembukaan trayek bus dari YIA ke Kota Yogyakarta.

    Baca juga: YIA Beroperasi, Penumpang Banyak yang Salah Bandara

    "Kita membuat angkutan dari Kulonprogo ke Giwangan jadi ada bus khusus nanti kombinasi dengan angkutan kereta api," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 16 Juni 2019.

    Budi Karya menjelaskan, angkutan bus khusus akan mengangkut penumpang langsung dari Kulonprogo ke Terminal Giwangan. Sedangkan penumpang kereta api diangkut dari Kulonprogo ke Stasiun Lempuyangan.

    Rencana pembukaan trayek khusus ke bandara ini sejalan dengan langkah kementerian menggarap revitalisasi Terminal Giwangan atau terminal tipe A.

    Budi Karya menjelaskan, melalui pembenahan terminal, pemerintah hendak mendorong masyarakat beralih ke angkutan massal dan pelan-pelan meninggalkan angkutan pribadi.

    "Kita berpikir angkutan masal ini menjadi konsep yang menyeluruh baik di perkotaan maupun antarperkotaan," ucapnya.

    Saat ini, Terminal Giwangan memiliki luas lahan seluas 58.850 meter persegi. Dalam terminal tersebut, beroperasi 153 perusahaan otobus yang menjalankan 200 trayek lintasan. Adapun jumlah kendaraan di terminal tercatat 2.586 unit.

    Sementara itu, jumlah penumpang di Terminal Giwangan pada masa angkutan Lebaran 2019 tercatat 452.330 pergerakan dengan jumlah armada 37.631 unit. Revitalisasi terminal ini diharapkan dapat menyelenggarakan terminal yang mampu berdiri sendiri dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya.

    Dalam desain revitalisasi, Kementerian Perhubungan akan mematok standar yang berlaku di terminal-terminal tipe A setara dengan bandara. Selain keamanan diperketat, fasilitas yang disediakan diwacanakan mirip terminal penumpang pesawat.

    Hingga 2020, Kementerian Perhubungan berencana merevitalisasi terminal tipe A di sembilan kota. Di antaranya Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang , Medan, Surakarta, Denpasar, Badung, dan Yogyakarta.

    Sesuai dengan implementasi Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah dilakukan proses alih kelola P3D Terminal Penumpang Tipe A dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat.

    Dari 144 Terminal Penumpang Tipe A yang ada di Indonesia, sebanyak 128 Terminal yang diajukan untuk proses serah terima. Selanjutnya dari 128 terminal, sebanyak 106 Terminal sudah Berita Acara Serah Terima (BAST) dan 22 masih dalam proses.

    Dari 106 Terminal yang sudah BAST terdapat 38 Terminal Penumpang Tipe A yang sudah menyelesaikan proses alih kelola P3D nya.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan kementerian menyediakan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk merevitalisasi seluruh terminal tipe A di Indonesia dengan jatah anggaran pembenahan Rp 50 miliar setiap terminal.

    Baca berita Bandara Internasional Yogyakarta lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.