Sampah Plastik Diselundupkan, Menteri Susi: Kirim ke Negara Asal

Menteri Susi Pudjiastuti menggunakan teropong dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi langsung memantau keberadaan kapal-kapal perikanan asing yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. KKP

TEMPO.CO, JakartaMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memuji langkah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang menahan selundupan sampah plastik impor ke Tanah Air. Limbah itu berasal dari sejumlah negara. "Apresiasi Bea cukai yang telah menahan masuknya sampah impor," cuit Susi melalui akun resminya, @susipudjiastuti, Jumat, 14 Juni 2019.

Baca: Unggah Foto Waduk Pluit, Menteri Susi Ingat Janjinya dengan Sandi

Selanjutnya, Menteri Susi meminta agar sampah-sampah itu segera diekspor balik kepada negara asalnya. "Kembalikan ke negara pengirim," ujar dia. Pasalnya, Indonesia sudah cukup banyak memproduksi sampah dan belum tertangani dengan baik.

Susi Pudjiastuti lantas melampirkan sebuah berita video dari salah satu media di Indonesia mengenai penyelundupan sampah plastik ke Indonesia. Dalam berita itu, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya mengamankan empat kontainer asal Kanada berisi sampah plastik. Sampah plastik itu tercampur dengan impor bahan baku kertas bekas.

Hingga kini cuitan Susi Pudjiastuti tersebut berkembang viral diperbincangkan netizen. Cuitan itu sudah disukai oleh 4.560 orang, menuai 132 komentar dan di-retweet hingga 1.399 kali. 

Aimmubark melalui akun @BangBong_Oh salah satu yang mendukung pernyataan Susi tersebut. "Sampah negeri kita sendiri juga belum ter export dengan baik ya bu Susi," ucapnya, Jumat, 14 Juni 2019.

Ada juga Fahrur Rozi yang mengaku merugi akibat impor sampah plastik tersebut. "Disini kami merugi Bu @susipudjiastuti karena impor sampah dan kertas bekas. Kardus bekas kami tak laku lagi," seperti dicuitkan Fahrur melalui akun @OnjiToko.

Sebelumnya, Indonesia telah mengembalikan lima kontainer limbah ke Amerika Serikat dan menolak menjadi tempat pembuangan. Indonesia menjadi negara Asia Tenggara terbaru yang mengembalikan limbah impor.

Wadah tersebut seharusnya hanya berisi potongan kertas, menurut dokumen bea cukai. Namun sebaliknya, kontainer itu memuat sampah lain, termasuk botol, sampah plastik, dan popok, kata pejabat senior kementerian lingkungan Sayid Muhadhar. "Ini tidak tepat dan kami tidak ingin menjadi tempat pembuangan," kata Muhadhar kepada AFP, Sabtu, 15 Juni 2019.

Lima kontainer milik perusahaan Kanada itu dikirim dari Seattle di Amerika Serikat ke kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, pada akhir Maret. Tidak jelas dari mana sampah itu berasal.

Baca: Pasca-Lebaran, Menteri Susi Ancang-ancang Tenggelamkan 30 Kapal

Indonesia saat ini sedang memeriksa beberapa peti kemas lainnya di pelabuhan Jakarta dan kota Batam di pulau Sumatera. Indonesia adalah negara terbaru yang mengembalikan sampah impor setelah negara tetangga Malaysia bersumpah untuk mengirim kembali ratusan ton sampah plastik bulan lalu. Filipina telah memerintahkan berton-ton sampah yang dibuang di negara itu untuk dikirim kembali ke Kanada, dan memicu pertikaian diplomatik antara kedua negara.

AFP | PUNCH

 





EPR, Kunci Korea Selatan Sukses Kelola Sampah Plastik dan Dongkrak Ekonomi

13 jam lalu

EPR, Kunci Korea Selatan Sukses Kelola Sampah Plastik dan Dongkrak Ekonomi

Pada 2021, Korea Selatan mendaur ulang 934 ribu ton dari 1.064 ton botol plastik yang mereka produksi


Usai Viral, Cuitan Twitter Soal Pungli SIM Dihapus Pemilik Akun

1 hari lalu

Usai Viral, Cuitan Twitter Soal Pungli SIM Dihapus Pemilik Akun

Suitan dugaan pungli perpanjangan SIM A di Polres Metro Depok dihapus oleh pemilik akun. Polisi bantah ada pungli


Viral Pemukulan Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta, Korban Lapor Polisi

3 hari lalu

Viral Pemukulan Pelatih Panjat Tebing DKI Jakarta, Korban Lapor Polisi

Pelatih panjat tebing itu telah melaporkan kasus pemukulan yang diduga dilakukan atlet anak didiknya tersebut ke Polsek Cakung.


Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

8 hari lalu

Rencana Pembagian Rice Cooker Gratis, Susi Pudjiastuti: Tolong untuk Bangun Sekolah

Lewat cuitannya, Susi Pudjiastuti berpendapat dana itu bakal lebih baik jika digunakan untuk membangun 30 gedung sekolah.


Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

9 hari lalu

Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkap salah satu modus pembobolan rekening bank.


Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

9 hari lalu

Internet Down Seharian, Biznet: Mohon Maaf, Ada Kendala Infrastruktur Jaringan

Perusahaan penyedia layanan jaringan internet Biznet buka suara ihwal keluhan yang disampaikan pelanggannya melalui media sosial.


Pipa Air PLTA Bungbulang Garut Jebol, PLN: Suplai Listrik Tetap Lancar

9 hari lalu

Pipa Air PLTA Bungbulang Garut Jebol, PLN: Suplai Listrik Tetap Lancar

PLN buka suara soal dampak kebocoran pipa air pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) Cirompang, Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat.


Gagal Jadi Ketua LPM Kelurahan di Depok, Ada Calon Marah Minta Amplop Dikembalikan

9 hari lalu

Gagal Jadi Ketua LPM Kelurahan di Depok, Ada Calon Marah Minta Amplop Dikembalikan

Pemilihan LPM di Kota Depok untuk pertama kalinya dilaksanakan secara serentak di 63 Kelurahan pada 27 November 2022.


Tabungan Nasabah BRI Raib Rp 10 Juta, Ini Sebab Bank Tak Menggantinya

12 hari lalu

Tabungan Nasabah BRI Raib Rp 10 Juta, Ini Sebab Bank Tak Menggantinya

Sekretaris Perusahaan BRI membeberkan ihwal viral kabar pembobolan dana nasabah di perusahaan pelat merah tersebut.


Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

14 hari lalu

Belasan Triliun Uang Ilegal Masuk RI, Kepala PPATK Cerita Penukaran Uang dengan Koper di Mal Singapura

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana membeberkan ada belasan triliun rupiah uang yang masuk ke Indonesia tak dilaporkan ke Bea Cukai.