Kementan dan Mitra Beri Bantuan Tani Rp 70 M bagi Korban Puso

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menunjukkan tanah sawah yang retak karena dilanda kekeringan saat melakukan panen awal karena puso di areal persawahan Mane Kareueng Blang, Lhokseumawe, Aceh, 27 Juli 2017. Sejumlah areal persawahan di dua kecamatan dilanda puso akibat kekeringan. ANTARA/Rahmad

    Petani menunjukkan tanah sawah yang retak karena dilanda kekeringan saat melakukan panen awal karena puso di areal persawahan Mane Kareueng Blang, Lhokseumawe, Aceh, 27 Juli 2017. Sejumlah areal persawahan di dua kecamatan dilanda puso akibat kekeringan. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Maros -Kementerian Pertanian atau Kementan RI dan mitranya menyalurkan bantuan pertanian senilai Rp 70 miliar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan hingga saat ini bantuan dari Kementan RI dan mitra itu untuk sektor pertanian khususnya membantu petani yang terkena banjir dan puso.

    BACA: Harga Bawang Putih Mahal, Kementan Tunggu Pasokan dari Impor

    "Mulai sejak awal bantuan disalurkan di Ambon, Palu dan daerah lainnya yang terancam puso dan sampai saat ini sudah Rp 70 miliar bantuan dari Kementan dan mitra," ucapnya di sela kujungan kerja di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Menurut dia, pihaknya sudah datangi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara khusus yang puso sekitar 3.000 hektare akan menerima bantuan bibit, pupuk, traktor hingga eksavator untuk membuat tanggul-tanggul supaya tidak terkena banjir.

    Dia mengemukakan, bantuan tersebut dari Kementan bersama pengusaha-pengusaha mitra yang peduli sektor pertanian dengan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhannya. "Untuk bantuan pangan seperti diberikan mi instan, atau bantuan fisik pertanian seperti traktor," katanya.

    BACA: Harga Merosot, Mentan Minta Bulog Segera Serap Beras Petani

    Sementara itu, juga diberikan asuransi dan bantuan bibit untuk mendukung negara agrarisi, khusus di Sulsel pertumbuhan ekonominya selalu diatas rata-rata nasional, sehingga harus dijaga dan didorong untuk mrnggunakan teknologi modern dan bibit unggul.

    "Kami melakukan intensifikasi ini di era pertanian 4.0 dan di Sulawesi Selatan ada tiga bendungan yang dibangun untuk mendukung sektor pertanian yakni Bendungan Baliase di Luwu Utara, Passeloreng di Kabupaten Wajo dan Karalloe di Jeneponto," jelasnya.

    Dia menyebutkan, bendungan tersebut mampu mengairi persawahan yang ada di sekitarnya sehingga Sulawesi Selatan sebagai daerah penyangga pangan nasional dapat semakin memperluas eksistensinya dalam mendukung swasembada pangan nasional.

    Baca berita tentang Kementan lainnya di Tempo.co.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.