Selain China Airlines, Garuda Kerja Sama dengan 20 Maskapai Asing

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024.  REUTERS/Willy Kurniawan

    Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Kerja sama code share antar-maskapai yang dilakukan manajemen perusahaan penerbangan Garuda Indonesia tak hanya dijalin dengan maskapai asal Taiwan, China Airlines. Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan mengatakan perseroan pelat merah itu juga meneken kerja sama dengan lebih-kurang 17 maskapai asing yang tergabung dalam Sky Team.

    BACA: Viral Tiket China Airlines Jakarta-Makassar, Ini Kata Kemenhub

    “Ada maskapai lain yang masuk anggota Sky Team. Garuda Indonesia menjalin kerja sama dengan semua anggota Sky Team,” ujar Ikhsan saat dihubungi Tempo pada Jumat, 14 Juni 2019.

    Berdasarkan laman resmi Sky Team, selain Garuda Indonesia, maskapai yang tergabung dalam aliansi ini di antaranya Aurolineas Argentinas, Aeromexico, Aireuropa Airfance, Alitalia, China Airlines, dan China Eastern Airlinese. Selanjutnya, China Southern Airlines, China Eastern Airlines, Czech Airlines, dan Delta Airlines.

    Ada lagi Kenya Airways, KLM, Korean Air, Middle East Airlines, Saduia, Tarom, Vietnam Airlines, dan Xiamen Airlens. 

    BACA: Kerja Sama Code Share Garuda-China Airlines, Bagaimana Sistemnya?

    Menurut Ikhsan, seluruh anggota Sky Team boleh menjalankan kerja sama code share. Code share adalah perjanjian yang melibatkan dua perusahaan penerbangan atau lebih. Kerja sama ini memungkinkan tiket kursi suatu maskapai dijual oleh maskapai lain. Perusahaan yang melayani rute penerbangan dinamakan operating party, sedangkan operator yang memasarkan tiket diberi nama marketing party. 

    Kerja sama code share menjadi ramai dibincangkan setelah gambar tangkapan layar yang memuat penjualan tiket rute domestik Jakarta-Makassar oleh maskapai China Airlines beredar. Sebagian masyarakat mengira China Airlines sudah masuk ke Indonesia setelah Presiden Joko Widodo mewacanakan bakal mengundang maskapai asing ke bursa penerbangan dalam negeri.

    Dalam kasus tiket China Airlines rute Jakarta-Makassar, manajemen Garuda Indonesia menjelaskan ini adalah salah satu contoh kerja sama code share. Dalam hal ini, Garuda Indonesia telah bertindak sebagai operating party. Sedangkan China Airlines yang memasarkan tiket Garuda di lamannya, berkedudukan sebagai marketing party. 

    Ikhsan menjelaskan, nantinya, penumpang China Airlines yang terbang dari Cina atau Taipe yang akan terbang connecting menuju Makassar lewat transit di Jakarta, bakal dilayani oleh Garuda Indonesia. 

    “Dari Cina ke Jakarta kan pakai China Airlines. Nanti begitu sampai di Jakarta, karena China Airlines tidak melayani ke Makassar, penumpang akan otomatis dilayani oleh maskapai Garuda,” ucap Ikhsan.

    Saat boarding di Jakarta, penumpang China Airlines yang pindah ke pesawat Garuda akan tetap akan teregistrasi dengan kode penerbangan semula. "Garuda Indonesia tidak hanya bekerja sama dengan China Airlines, tapi dengan 20 perusahaan maskapai mancanegara lainnya," Ikshan menjelaskan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.