Tren Pencarian Rumah Kembali Naik usai Lebaran 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi rumah (pixabay.com)

    ilustrasi rumah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -Pergerakan pasar properti usai Lebaran 2019 diperkirakan melaju positif. Hal tersebut dapat terlihat dari minat mencari informasi tentang rumah dijual di portal properti Lamudi.co.id.   

    BACA: Perusahaan Trump Dikabarkan Jual Rumah ke Pengusaha Indonesia

    Berdasarkan data Lamudi.co.idmenyebutkan, tren pencarian rumah meningkat 120% usai Lebaran, rata-rata mereka tertarik untuk mencari informasi tentang rumah di kawasan Bodetabek dengan harga di bawah Rp 500 juta.

    Secara keseluruhan pencarian rumah di bulan Mei ketika Ramadan sebenarnya meningkat jika dibandingkan bulan April, peningkatannya sebesar 8,07%. Namun, tren tersebut menurun pada tanggal 21 Mei hingga H-1 Idul Fitri dan akhirnya kembali meningkat usai Lebaran.     

    BACA: Rumah Kotor Sepulang Mudik? Bersihkan dengan 5 Cara Mudah Ini

    Menurut Yoga Priyautama, Commercial Director Lamudi.co.id, tren pencarian ini memang lumrah terjadi setiap tahunnya, dimana di awal Ramadan pencarian meningkat kemudian turun menjelang Lebaran dan kembali naik usai Idul Fitri.    

    “Kedepannya diperkirakan, tren pencarian rumah akan semakin membaik hingga akhir tahun 2019,” kata Yoga.

    Keyakinan tersebut tentunya bukan tanpa sebab, salah satu faktor pemicunya adalah kepastian hukum setelah penetapan presiden dan wakil presiden hasil Pemilu April 2019 lalu. Ditambah lagi, persoalan politik yang ada terkait hasil pemilu presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Konstitusi atau MK.

    “Bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama untuk segmen atas yang banyak didominasi oleh investor. Mereka akan cenderung wait and see ketika melihat tidak stabilnya ekonomi dan keamanan,” katanya.

    Baca berita tentang Rumah lainnya di Tempo.co.

     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.