Diduga Curi Ikan di Australia, 4 WNI di Bawah Umur Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ikan bandeng (Pixabay.com)

    Ilustrasi ikan bandeng (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta – Empat nelayan asal Indonesia yang diduga mencuri ikan di perairan Australia dipulangkan pada hari ini, Sabtu, 15 Juni 2019. Pemulangan tersebut difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Luar Negeri.

    Baca juga: Ditangkap Australia, Nelayan RI Malah Dapat Duit

    "Empat nelayan tersebut telah tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali hari ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman dalam keterangannya kepada Tempo, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Nelayan-nelayan itu dipulangkan ke Tanah Air lantaran pertimbangan usia. Agus menurutkan, keempatnya masih di bawah umur. Tiga dari empat nelayan tersebut berusia 17 tahun dan satu lainnya berumur 13 tahun.

    Dalam proses pemulangan itu, perwakilan Konsulat Republik Indonesia atau KRI turut mendampingi. Setelah tiba di Bali, keempat nelayan langsung dipulangkan ke Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

    Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, empat nelayan yang diduga mencuri ikan ini sebelumnya turut tergabung dalam kelompok anak buah kapal yang mengoperasikan KM Barcelona. Kapal berukuran 9 GT itu ditangkap otoritas kelautan Pemerintah Australia pada 24 Mei lalu. 

    Saat itu, otoritas kelautan Autralia menangkap tujuh ABK. ABK ini dibawa ke Darwin, Australia, untuk diperiksa. Lantaran empat di antaranya di bawah umur, Pemerintah Australia menerapkan kebijakan bebas sesuai dengan peraturan negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?