Perum Jasa Tirta II akan Kelola Waduk Jatigede

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tengah mengambil puing-puing bangunan bekas perdesaan yang telah lama tenggelam, yang kembali terlihat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 13 September 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Warga tengah mengambil puing-puing bangunan bekas perdesaan yang telah lama tenggelam, yang kembali terlihat di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis, 13 September 2018. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung -Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, U Saefudin Nur mengatakan, tengah menunggu keputusan pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan waduk Jatigede di Sumedang pada Perum Jasa Tirta II atau PJT II.

    BACA: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Jatigede Perparah Dampak Kekeringan

    “Jatigede saat ini belum termasuk dalam wilayah yang dicantumkan dalam PP (Peraturan Pemerintah). Kami sedang mengusulkan, mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi,” kata dia selepas bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat, 14 Juni 2019.

    Saefudin mengatakan, kendati rancangan Peraturan Pemerintah pengelolaan wilayah air di bawah pengelolaan masih dibahas, PJT II akan memasukkan Jatigede dalam rencana pengembangan jangka panjangnya. “Kami sekarang melanjutkan persiapan rancangan PP yang menunjang, kedua, kami akan masukkan dalam rencana kerja jangka panjang karena belum ada,” kata dia.

    BACA: Menteri PUPR: Waduk Jatigede Airi 90 Ribu Hektare Lahan 

    Saefudin mengatakan, PJT II akan menyiapkan rencana pengembangan Waduk Jatigede. “Nanti akan melihat potensi air bakunya untuk mendukung ketersediaan air bersih di Jawa Barat, potensi pariwisata, potensi UMKM, serta bagaimana potensi energi terbarukannya,” kata dia.

    Sementara dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dia menyampaikan gambaran rencana kerja pengembangan PJT II di Jawa Barat sekaligus meminta masukan. “Kami sedang melakukan transformasi, penataan wilayah, penataan usaha pengembangan Jasa Tirta II yang memerlukan masukan pemerintah Jawa Barat dan saran Pak Gubernur,” kata Saefudin.

    Menurutnya, Ridwan Kamil menyarankan pengembangan wisata di areal waduk yang di bawah pengelolaan Jasa Tirta II. “Sebagai contoh misalnya kami punya lokasi sangat indah di Jatiluhur. Itu memang potensi aset negara yang strategis untuk pariwisata, termasuk pengembangan UMKM pelaku pariwisata, termasuk peningkatan aset yang bisa dioptimalkan untuk membangun infrastruktur pariwisata atau festival wisata untuk meningkatkan kembali fungsi-fungsi sosial Jasa Tirta di wilayah kerja bersama pemerintah Jawa Barat,” kata dia.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat memiliki jalur hidrologis terbesar dalam bentuk sungai, irigasi, danau, dan waduk. “Tadi Pak Dirut menyampaikan, aliran air yang ke sawah yang membuat panen ratusan ribu hektare itu kalau di Rupiahkan kontribusinya kurang lebih Rp 13 triliun terhadap ekonomi pertanian. Kedua air itu menjadi sumber air bersih, air baku yang akan terus kita tingkatkan karena akses air bersih dari negara kepada masyarakat persentasenya belum maksimal,” kata dia, Jumat, 14 Juni 2019.

    Ridwan Kamil mengatakan, satu lagi yang jarang disentuh untuk pengembangannya sebagai areal wisata. “Yang ketiga ini jarang disentuh, dan akan jadi visi, adalah pariwisata air. Hari ini pariwisata air akan jadi unggulan. Bulan Juli akan ada festival Paddle Board di Jatiluhur, kita akan mengembangkan wisata UKM kampung wisata ada hotel terapung, restoran, atraksi, dan lain-lain sehingga memberi nilai tambah ekonomi pada Jasa Tirta, sekaligus meningkatkan ekonomi warga lokal,” kata dia.

    Dia juga berharap PJT II akan mengembangkan infrastruktur pariwisata di waduk Jatigede. “Nanti PP akan mengatur yang mengelola PJT kira-kira begitu ujungnya. Sehingga setelah itu, PJT bisa melakuan pengelolaan air untuk air baku, selain irigasi, juga pariwisata,” kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.