Kerja Sama Code Share Garuda-China Airlines, Bagaimana Sistemnya?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar tangkapan layar atau screenshoot maskapai penerbangan China Airlines menjual tiket pesawat dengan rute Jakarta - Makassar. Gambar tersebut tersebar viral melalui berbagai grup percakapan dan media sosial belakangan ini seiring dengan pro kontra wacana maskapai asing diizinkan garap rute domestik untuk menekan harga tiket pesawat. china-airlines.com

    Gambar tangkapan layar atau screenshoot maskapai penerbangan China Airlines menjual tiket pesawat dengan rute Jakarta - Makassar. Gambar tersebut tersebar viral melalui berbagai grup percakapan dan media sosial belakangan ini seiring dengan pro kontra wacana maskapai asing diizinkan garap rute domestik untuk menekan harga tiket pesawat. china-airlines.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah gambar tangkapan layar yang menampilkan penjualan tiket China Airlines rute Jakarta - Makassar menjadi viral di media sosial. Dalam foto itu, China Airlines terlihat menawarkan kursi untuk rute domestik di Indonesia seharga Rp 5,8 juta.

    Baca: Maskapai Asing Segera Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta

    Manajemen maskapai pelat merah Garuda Indonesia lantas turun tangan menjelaskan cerita di balik tudingan beroperasinya maskapai Cina di Indonesia ini. Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menerangkan, penawaran rute domestik oleh maskapai Cina itu merupakan hasil kerja sama code share antarmaskapai sesama anggota Skyteam Airline.

    Di seluruh dunia, saat ini ada 20 maskapai dari berbagai negara yang menjadi anggota Skyteam Airline Alliance. Dalam laman Skyteam Airline Alliance, tercantum maskapai-maskapai Skyteam lainnya, yang juga saling bekerja sama code share, antara lain dari Arab Saudi, Argentina, Meksiko, Kenya, Czechnya, Belanda, Perancis dan Italia.

    Menurut Ikhsan, sesama anggota Skyteam yang terjalin kerja sama code share, akan menjual rute domestik di negara yang tidak mereka terbangi di lamannya. Namu, mereka hanya menjualkan, adapun yang menerbangi rute tersebut tetap maskapai setempat.

    “Itu namanya kerja sama code share. Jadi dua maskapai bisa kerja sama kalau satu maskapai tidak terbang pada satu rute tertentu, di akan code share dengan perusahaan yang menerbangi rute itu,” ujar Ikhsan ketika dihubungi Tempo pada Kamis petang, 12 Juni 2019.

    Ikhsan memastikan, kerja sama code share sangat lazim terjadi di bisnis  penerbangan. Perjanjian yang melibatkan dua perusahaan penerbangan atau lebih ini memungkinkan tiket kursi suatu maskapai dijual oleh maskapai lain. Perusahaan yang melayani rute penerbangan dinamakan operating party, sedangkan operator yang memasarkan tiket diberi nama marketing party.

    Dalam kasus tiket China Airlines rute Jakarta-Makassar ini, Garuda Indonesia bertindak sebagai operating party. Sedangkan China Airlines yang memasarkan tiket Garuda di lamannya, berkedudukan sebagai marketing party.

    Dengan demikian, Ikhsan menjelaskan, nantinya, penumpang China Airlines


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.