Analis: Rupiah Melemah Seiring Demo di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi, 13 Juni 2019, melemah seiring protes atau unjuk rasa yang terjadi di Hong Kong.

    Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp 14.241 per Dolar AS

    Rupiah melemah sembilan poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.250 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.241 per dolar AS.

    Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis, mengatakan, protes di Hong Kong bisa menjadi risiko investasi di Asia. "Unjuk rasa di Hong Kong yang berkembang menjadi kericuhan pada Rabu lalu tampaknya bisa menjadi kekhawatiran atau risiko investor terhadap investasi," ujar Lana.

    Protes warga yang menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi ke Cina ini didukung oleh para pebisnis. Sekitar 100 pebisnis Hong Kong akan tutup sebagai tanda solidaritas.

    Banyak pihak khawatir dengan RUU itu akan menjerat orang-orang di pengadilan Cina daratan yang dianggap tidak transparan.

    "Hong Kong merupakan salah satu pusat keuangan di Asia. Koreksi pasar saham di hampir semua bursa di Asia kemarin bisa jadi sebagai respon atas kekhawatiran tersebut, namun kemungkinan respons ini hanya temporer," ujar Lana.

    Lana memprediksi hari ini rupiah akan menguat di kisaran Rp14.220 per dolar AS hingga Rp14.240 per dolar AS.

    ANTARA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?