Angkutan Primadona, Kereta Api Bakal Dapat Anggaran Terbesar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan)berbincang dengan pemudik saat meninjau pelayanan angkutan lebaran dan fasilitas di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. Budi Karya Sumadi juga melakukan tinjauan tiga lokasi yakni Terminal Bus Pulo Gebang dan Stasiun Kereta Api Senen serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna mengetahui kesiapan sarana dan prasarana untuk upaya kelancaran kegiatan arus mudik dan balik 2019.  ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan)berbincang dengan pemudik saat meninjau pelayanan angkutan lebaran dan fasilitas di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. Budi Karya Sumadi juga melakukan tinjauan tiga lokasi yakni Terminal Bus Pulo Gebang dan Stasiun Kereta Api Senen serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna mengetahui kesiapan sarana dan prasarana untuk upaya kelancaran kegiatan arus mudik dan balik 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengajukan pagu anggaran indikatif untuk 2020 sebesar Rp 41,75 triliun. Berdasarkan porsinya, ongkos belanja paling banyak dianggarkan untuk kereta api, yakni Direktorat Jenderal Perkeretaapian, sebesar Rp 12,6 triliun atau sekitar 36,17 persen.

    Baca: Lebaran, Okupansi Kereta Premium Luxury Lebih dari 80 Persen

    Budi Karya mengatakan, Kemenhub akan membelanjakan anggaran untuk biaya infrastruktur kereta api guna mendorong peningkatan kapasitas penumpang pada 2020. 
     
    “Kereta api adalah angkutan primadona. Kami akan mendukung infrastruktur, sedangkan PT Kereta Api Indonesia akan mensubsidi rolling stock (bakal pelanting) karena secara legal kami enggak boleh memberi subsidi itu,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
     
    Kementerian Perhubungan menargetkan, pada 2020, penumpang kereta api meningkat sampai 20 persen. Sementara itu, program pembangunan infrastruktur yang akan digeber adalah pembangunan jalur kereta api menuju bandara baru dan pelabuhan serta peningkatan jalur kereta api menuju kawasan pariwisata.
     
    Pagu anggaran untuk masing-masing direktorat masih dimungkinkan berubah. Budi Karya mengatakan, pada Senin depan, kementeriannya bakal menyampaikan kepastian rincian dari usulan anggaran dalam rapat bersama Komisi V DPR. 
     
    Besaran anggaran yang diusulkan Kemenhub ini 50 persen lebih rendah ketimbang yang disorongkan pada pembahasan pagu kebutuhan pada Februari hingga Maret lalu. Waktu itu, Kementerian menyodorkan usulan anggaran senilai Rp 87,8 triliun.
     
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan angka yang diajukan kementeriannya telah dihitung secara proporsional dan mengutamakan program-program prioritas. Ia mengaku banyak dilakukan pemangkasan terhadap pagu anggaran untuk efisiensi. 
     
    Berdasarkan pemaparannya, pada 2020, Kementerian Perhubungan akan menggelontorkan anggaran untuk belanja modal sebesar Rp 23,89 triliun. Selanjutnya, kementerian menganggarkan Rp 11,02 triliun atau 26,40 persen untuk belanja barang tidak mengikat; Rp 4,05 triliun atau 9,71 persen untuk belanja pegawai; dan Rp 2,78 triliun untuk belanja barang tidak mengikat. 
     
    Baca berita lain tentang kereta api di Tempo.co
     
    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.