Perang Dagang AS - Cina, Mendag: Daya Beli Seluruh Negara Turun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas ekspor perdana produk ayam olahan chicken nugget hasil produksi PT Belfoods Indonesia ke Jepang pada hari ini, 22 Maret 2018. Dewi Nurita/Tempo

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas ekspor perdana produk ayam olahan chicken nugget hasil produksi PT Belfoods Indonesia ke Jepang pada hari ini, 22 Maret 2018. Dewi Nurita/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan tensi perang dagang Amerika Serikat dengan Cina telah berdampak sangat luas, karena menunjukkan daya beli seluruh negara telah menurun.

    BACA: Saat Sri Mulyani Jawab Tudingan Gerindra Soal Hoaks Perang Dagang

    Enggartiasto mengungkapkan, World Trade Organization atau WTO telah memproyeksikan penurunan pertumbuhan dari tahun ke tahun. "WTO sendiri memproyeksikan pertumbuhannya, 2017, empat persen kemudian 2018 3,6 persen dan tahun ini hanya 2,6 persen, hal ini menunjukkan mengenai menurunnya daya beli dari seluruh negara, dan satu sama lain akan kena dampak," kata Enggartiasto seusai Halal Bihalal di kantornya, Jakarta Pusat, 12 Juni 2019.

    Enggartiasto mengungkapkan, tidak ada negara yang menyatakan peningkatan ekspor pada saat perang dagang ini.

    Dia menjelaskan Perusahaan Teknologi Huawei terkena dampak dari perang dagang AS dan Cina. "Baru terjadi Huawei terkena, tapi di industri komponen yang ada chipsnya yang diproduksi di AS dan Eropa juga tutup huawei juga turun di sini (Indonesia) juga turun," ujar Enggartiasto.

    BACA: Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Patok Inflasi 2-4 Persen

    Para pemimpin keuangan dari ekonomi terbesar dunia yang terkumpul dalam G20 di pertemuan di Fukuoka, Jepang, 8 Juni 2019. Mereka juga mengkhawatirkan kian intensnya ketegangan perdagangan dan geopolitik menjadi risiko yang menghambat pertumbuhan global.

    Menteri Perdagangan juga menjelaskan, menurunya daya beli karena naik harga barang disebabkan dikenakan tarif tambahan yang tinggi.

    "Kalau harga naik, memicu inflasi, dan kalau kita mau belanja dengan harga naik daya beli masyarakat akan terganggu dan pasti ekspor juga akan terganggu," katanya.

    Enggartiasto mengatakan sebagai solusi saat ini dengan membuka secara luas pasar baru dan mempercepat seluruh perjanjian perdagangan ke Amerika latin, yang selama ini belum tersentuh.

    Baca berita tentang Perang Dagang lainnya di Tempo.co.

    EKO WAHYUDI I MARTHA WARTA SILABAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.