2020, Gubernur BI: Rupiah akan di Level Rp 13.900- Rp 14.300

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan kurs rupiah akan bergerak pada kisaran  Rp 13.900 hingga Rp 14.300 per dolar AS pada 2020 dengan semakin beragamnya instrumen di pasar keuangan yang dapat menjaga pasokan valuta asing atau valas sehingga dapat memenuhi lonjakan permintaan valas di pasar.

    BACA: Ekspektasi Turunnya Suku Bunga the Fed, Rupiah Ditutup Menguat

    "Kami melihat pergerakan kurs akan semakin terjaga karena pendalaman pasar keuangan dan juga efisiensi di pasar valas," kata Perry dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

    Proyeksi nilai tukar mata uang Garuda pada 2020 lebih baik ketimbang perkiraan Bank Sentral untuk kurs rupiah pada 2019 yang dijangkar di rentang Rp 14.000-Rp 14.400 per dolar AS. Terkait aliran masuk modal asing, Perry menyebutkan bahwa pada 2020 aliran investasi portofolio itu akan lebih deras dan menopang surplus Neraca Pembayaran Indonesia atau NPI.

    BACA: Data Inflasi Mei Dirilis, Rupiah Melemah Tipis

    NPI pada 2020, ujar Perry, juga akan lebih baik karena keyakinan dia bahwa defisit transaksi berjalan akan menurun dibanding 2019. Pada tahun ini, Bank Sentral membidik defisit transaksi berjalan berada di 2,5-3 persen Produk Domestik Bruto atau PDB.

    "Untuk defisit transaksi berjalan (curent account deficit/CAD) akan membaik. Kami perkirakan di kisaran 2,5-3 persen PDB," ujar dia.

    Meski demikian, Bank Sentral masih mewaspadai tekanan akibat dinamika perekonomian global, seperti normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS The Fed, perkembangan perang dagang antara AS dan China dan juga beberapa kondisi geopolitik global.

    Dengan perkiraan kurs Rupiah Rp 13.900-Rp14.300 pada 2020, Bank Sentral menjangkar pertumbuhan ekonomi 2020 di 5,1-5,5 persen. Sementara pada 2019, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan di bawah titik tengah 5,0-5,4 persen. Untuk inflasi pada 2020, BI menetapkan sasaran inflasi pada 2-4 persen secara tahunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.