Kebakaran di 2 Pasar, Ridwan Kamil Minta Pengelola Cek Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran sejumlah kios Pasar Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 9 Juni 2019. ANTARA

    Petugas berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran sejumlah kios Pasar Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 9 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil meminta PD Pasar selaku pengelola pasar tradisional di Kota Bandung untuk memeriksa kembali seluruh instalasi kelistrikan yang ada di pasar-pasar tradisional terkait kebakaran di Pasar Kosambi dan Pasar Ujungberung Bandung.

    BACA: MUI: Masjid yang Didesain Ridwan Kamil Sah Digunakan untuk Salat

    "Terkait kebakaran Pasar Kosambi dan Ujungberung, saya titip agar PD Pasar dan Pemkot Bandung mengecek semua yang sisanya di luar pasar kemarin terbakar," ujar Gubernur Emil di Gedung Sate Bandung, Selasa.

    Gubernur Emil mengaku prihatin dengan kebakaran yang melanda dua pasar tradisional di Kota Bandung dalam jangka waktu yang berdekatan, terlebih dampak dari kebakaran tersebut akan berimbas buruk bagi kegiatan jual beli di sekitar pasar terutama mereka yang kiosnya dilahap api.

    BACA: Heboh Desain Masjid Al Safar, Ridwan Kamil: Saya Serahkan ke MUI

    Ia menduga jika kejadian ini terjadi secara beruntun dengan waktu yang berdekatan bukan tidak mungkin ada sistem yang sistematik dalam instalasi di setiap pasar.

    Oleh karena itu, Gubernur Emil meminta kasus kebakaran Pasar Kosambi dan Ujung Berung di Kota Bandung menjadi perhatian khusus Pemkot Bandung, khususnya PD Pasar.

    Lebih lanjut ia mengatakan berdasarkan pengalaman saat memimpin Kota Bandung, dirinya rajin melakukan pemeriksaan di pasar-pasar untuk memastikan kesiapan perangkat terkait bahaya kebakaran.

    Selain itu, pihaknya saat ini juga memastikan kerja sama dengan lembaga Cooper untuk memeriksa mayoritas kelistrikan rumah-rumah di Jawa Barat yang tujuannya menurunkan tingkat kejadian kebakaran yang disebabkan arus pendek.

    "Ini karena hasil penelitian kebakaran itu diduga kualitas kelistrikan dari kabel dan instalasi kualitasnya rendah sehingga kena korslet sedikit mudah terbakar. Akibatnya ekonomi rakyat terganggu," ujar Ridwan Kamil.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.