Bandung Jadi Tuan Rumah Festival Budaya dan Bisnis MBCC

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri, Walikota Oded Danial dan Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto, menikmati sarapan pagi bersama sekitar 1.000 masyarakat di halaman Mapolrestabes Bandung, Rabu, 16 Januari 2019. Acara bernama Ngabotram Sabandung ini menjadi ajang silaturahim Kapolda Jawa Barat bersama masyarakat untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk. TEMPO/Prima Mulia

    Dari kiri, Walikota Oded Danial dan Kapolda Jawa Barat Agung Budi Maryoto, menikmati sarapan pagi bersama sekitar 1.000 masyarakat di halaman Mapolrestabes Bandung, Rabu, 16 Januari 2019. Acara bernama Ngabotram Sabandung ini menjadi ajang silaturahim Kapolda Jawa Barat bersama masyarakat untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kota Bandung ditunjuk menjadi tuan rumah festival budaya dan ekonomi yang rutin diselenggarakan tiap tahun oleh Malindo Business and Cultural Center atau MBCC Asia. MBCC bekerja sama dengan pemerintah kota Bandung untuk menggelar festival budaya yang akan digelar pada 4 hingga 6 Oktober 2019.

    BACA:  62 Kios di Pasar Ujung Berung Bandung Hangus Terbakar

    "Kita ingin menghadiahkan kepada pak Wali (Oded M. Danial) festival budaya dan ekonomi terbesar di kota Bandung, Indonesia yang akan kita agendakan tanggal 4-6 Oktober (2019)," ucap Ketua Pengarah MBCC Asia Alex Ong di Pendopo, Kota Bandung, Selasa, 11 Juni 2019.

    Alex menyatakan siap mendatangkan sekitar 200 calon investor yang berasal dari berbagai negara di Asia yang nantinya akan hadir di acara festival budaya dan bisnis itu. Alex berharap kehadiran calon investor itu bisa memberikan dampak positif terhadap laju perekonomian di kota Bandung.

    "Kita melihat kapasitas di kota Bandung paling tidak kita hadirkan 200 sampai dengan 300 investor yang hadir dari berbagai negara sahabat di festival nanti," ucapnya.

    BACA: Arus Balik di Tasikmalaya Didominasi Kendaraan Asal Bandung

    Festival berskala internasional itu dipastikan akan dihadiri sejumlah delegasi dari berbagai negara di Asia, khususnya di wilayah Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos dan yang lainnya.

    "Kita akan membawa kepala daerah yang sudah bergabung dengan kita termasuk delegasi dari Cina dan negara-negara asing lainnya," ujarnya.

    Menurut dia, festival budaya itu diharapkan bisa menjadi ajang promosi bagi kota Bandung agar lebih dikenal dan didatangi wisatawan dari luar negeri. "Melalui bendera (brosur) ini kita promosikan Bandung di Singapura, Vietnam, Laos, Malaysia dan negara lainnya," katanya.

    "Bandung ini sudah siap menerima wisatawan, karena adanya command center, adanya kota budaya dengan semua objek wisata, jadi hanya tinggal menunggu wisatawan datang saja," kata dia.

    Adapun nilai investasi pagelaran festival budaya dan bisnis itu mencapai Rp 800 milyar. "Di sana (festival budaya dan bisnis) kita nilaikan sekitar Rp 800 miliar lebih," katanya.

    Tahun sebelumnya, festival budaya dan bisnis yang diadakan oleh MBCC itu diselenggarakan di Bangka Belitung. Namun, kali ini, MBCC memilih Bandung sebagai tempat diselenggarakan festival itu lantaran kota Bandung dinilai memiliki nilai sejarah dan potensi bisnis yang cukup besar.

    "Festival MBCC ini acara tahunan, kita adakan bukan hanya di Bandung, kita ada acara (diselenggarakan) di Padang, Bangka Belitung, Palembang dan Sumatera Selatan. Ada juga Cina dan negara-negara asing," ujar dia.

    Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyambut baik rencana MBCC yang memilih kota Bandung sebagai tempat dilaksanakannya festival itu. Pemerintah kota Bandung pun, kata Oded, siap menggelar festival berskala internasional itu.

    "Kami kota Bandung sangat bangga dan bersyukur Bandung telah dipilih sebagai kota penyelenggara festival MBCC ini. Kita berharap bisa memberikan hal yang positif untuk Bandung dan Malaysia," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.