Kemenkes Minta Vitamin A di Minyak Goreng Segera Diwajibkan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 21_ekbis_minyakgorengcurah

    21_ekbis_minyakgorengcurah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan meminta kewajiban penambahan vitamin A pada minyak goreng baru bisa berlaku lebih cepat dari target semula yakni 2020. Tenggat tersebut terlalu lambat dan minta kewajiban dilaksanakan lebih segera.

    Baca: Pemerintah Wajibkan Pabrikan Jual Minyak Goreng Kemasan Sederhana

    Direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes Dody Izwardy mengatakan, saat ini bola pelaksanaan SNI wajib fortifikasi vitamin A minyak goreng berada di tangan Kementerian Perindustrian.

    “Kami sudah berulang kali mengirimkan surat kepada Kemenperin untuk segera dilaksanakan," ujar Dody, belum lama ini. Ia menyebutkan yang sudah terlaksana fortifikasi yodium pada garam. "Seluruh garam yang dijual sudah beryodium. Kami harap minyak goreng segera diharuskan ada fortifikasi vitamin A."

    Dody menjelaskan, kadar vitamin A yang terkandung dalam minyak goreng harus 40 IU (satuan vitamin) dan ambang batasnya minumum 20 IU. “Kalau 40 IU, ketika proses pengepakan, pemasaran, hingga ke pasar masih ada terkandung 20 IU—25 IU jadi masih aman,” ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian, Enny Ratnaningtyas, mengatakan, penerapan SNI untuk minyak goreng ditunda kembali dari 31 Desember 2018 menjadi 1 Januari 2020.

    Aturan wajib minyak goreng ber-SNI itu sejalan dengan target kewajiban minyak goreng untuk berkemasan dari Kementerian Perdagangan. Saat ini, Kemenperin tengah merevisi Peraturan Menteri Perindustrian No. 87 /2013 tentang pemberlakuan SNI 7709: 2012 Minyak Goreng Sawit.

    Revisi Permen SNI minyak goreng ini, kata Enny, masih di tangan BSN (Badan Standardisasi Nasional). "Masih ada jajak pendapat, belum clear, setelah Lebaran baru dibahas lagi. Jadi, masih dalam bentuk draf revisi Permen-nya,” ucapnya.

    Baca: Pabrikan Akan Diwajibkan Jual Minyak Goreng Murah

    Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian akan memberikan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dari tenggat 1 Januari 2020 bagi industri melaksanakan kewajiban SNI minyak goreng berfortifikasi vitamin A. Ia menyebutkan mundurnya pelaksanaan fortifikasi vitamin A sejak 2013 dipicu kandungan vitamin A tidak stabil saat terkena sinar matahari sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan kandungan vitamin A.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.