Ekonomi Global Melambat, Sri Mulyani: Kita Akan Boost Investasi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui awak media usai menggelar open house di rumah dinas miliknya, Jalan Widya Chandra I, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui awak media usai menggelar open house di rumah dinas miliknya, Jalan Widya Chandra I, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia perlu mewaspadai terhadap kondisi volume perdagangan dunia yang diprediksi melemah hingga akhir tahun. Pelemahan terjadi seiring dengan menguatnya sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

    Baca: Sri Mulyani Beli Buah Tangan untuk Cucu Bersama Bos IMF di Jepang

    Sri Mulyani menyebutkan, dalam pertemuan bersama menteri keuangan, gubernur bank sentral, serta deputi keuangan dan bank sentral negara-negara yang tergabung dalam G20 di Jepang sebelumnya, volume perdagangan tahun ini diprediksi menjadi yang terlemah sejak krisis ekonomi 2008.

    “Karena dulu ekonomi dunia tumbuh sehat, bisa mencapai 5 atau 6 persen. Kalau sekarang hanya tumbuh 2,6 persen,” ujarnya saat ditemui seusai halalbihalal di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019. 

    Sri Mulyani mengatakan, pertemuan G20 menyatakan intensitas dari eskalasi global sudah mulai terjadi pada Mei ini. Maka itu, pada semester kedua, dunia akan dihadapkan pada risiko ekonomi yang lebih besar. Tak pelak, kata dia, hal itu juga akan dirasakan Indonesia.

    Akibat adanya iklim ekonomi global yang berubah pasca-perang dagang, Sri Mulyani mengatakan beberapa ekonomis telah membuat prediksi tentang penurunan suku bunga. Menurut perkiraan para ekonomis dunia, ujar Sri Mulyani, penurunan suku bunga diramalkan terjadi dua kali hingga akhir tahun. “Sinyalnya sih tidak mengatakan risiko makin turun, tapi risiko makin besar,” tuturnya.

    Untuk mendorong laju ekonomi, Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan mendorong laju investasi. “Kita mungkin akan boost investasi,” ucapnya.

    Baca: Kala Sri Mulyani Rayakan Ulang Tahun Suami di Acara Halalbihalal

    Hubungan Amerika Serikat dan Cina kembali memanas setelah Negara Abang Sam menetapkan aturan baru terkait bea masuk produk impor. Belakangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif bea masuk impor sebesar 25 persen untuk produk-produk asal Cina. Angka itu setara dengan senilai US$ 200 miliar.

    Simak berita terkait Sri Mulyani lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.